Tak Kenal Lelah, Antonius Mudianto Jemput Bola Serap Aspirasi Warga di Pelosok Kabuna

Anggota DPRD kabupaten Belu,Antonius Mudianto Loe Mau, SH, melakukan Reses di desa kabuna.

BELU,Mediatihar.Com – Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Antonius Mudianto Loe Mau, SH, melakukan jemput bola untuk menyerap aspirasi warga di pelosok Desa Kabuna. Kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun 2026 ini berlangsung di Dusun Wesasuit, Kecamatan Kakuluk Mesak, Sabtu (14/03/2026).

​Bagi pria yang akrab disapa Mudi ini, turun ke lapangan merupakan bentuk tanggung jawab moral atas amanah yang diberikan rakyat. Dalam pertemuan tersebut, warga memanfaatkan momen untuk mengadukan berbagai persoalan, mulai dari kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), infrastruktur, hingga karut-marut pendataan bantuan sosial (bansos).

​Sektor pertanian menjadi isu yang paling banyak disuarakan. Ketua Kelompok Pohon Beringin, Wins Gonsalves, bersama sejumlah warga lainnya, mendesak pengadaan traktor dan mesin rontok padi.

​”Kami sangat membutuhkan alsintan untuk mengolah lahan secara maksimal.

Selain itu, kami berharap ada bantuan bibit tanaman serta pipa paralon sebanyak 100 batang untuk mendukung irigasi,” ujar warga di hadapan politisi Demokrat tersebut.

​Tak hanya tani, sektor pemberdayaan juga mencuat. Regina, perwakilan kelompok tenun ikat, mengusulkan adanya bimbingan teknis (bimtek) bagi pengrajin baru serta bantuan bibit ayam petelur untuk mendongkrak ekonomi rumah tangga.

​Di sisi infrastruktur, tokoh masyarakat setempat, Bernardus, mengusulkan pengadaan tenda publik untuk kepentingan warga Dusun Wesasuit. Sementara itu, Goris dan Mama Rosalinda menyoroti pentingnya perbaikan jalan di dua titik strategis serta pembuatan drainase untuk mengantisipasi kerusakan jalan saat musim hujan.

​Isu sensitif terkait bantuan pemerintah juga menjadi sorotan. Oskar, salah satu warga, mengeluhkan sistem pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak transparan.

​”Nama saya tiba-tiba hilang dari daftar penerima setelah proses pendataan foto rumah,” keluh Oskar. Hal serupa dialami Helena, seorang janda di RT 01/RW 05, yang mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial sama sekali dari pemerintah.

​Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Antonius Mudianto menegaskan bahwa seluruh masukan warga telah dicatat secara detail untuk segera ditindaklanjuti.

​”Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Kabuna hari ini akan menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD. Kami akan perjuangkan dalam rapat paripurna agar pemerintah daerah segera memberikan solusi dan mengakomodir kebutuhan mendesak warga di sini,” tegas Mudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *