Pemkab Belu melalui BPBd merespons Cepat Laporan ReformaNews terkait longsor di desa makir kecamatan Lamaknen.
BELU,Mediatihar.com – Sepasang lanjut usia (lansia), Yosep Mau Lau dan Maria Bui, warga RT 01/RW 01, Dusun Juldapil, Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini didera kecemasan luar biasa. Kediaman mereka terancam ambruk akibat dikepung material tanah longsor. Bencana yang dipicu curah hujan tinggi selama beberapa pekan terakhir ini kian mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan jiwa penghuni rumah.
Saat ditemui di lokasi kejadian pada Minggu (31/05/2026), Yosep Mau Lau mengungkapkan bahwa material longsor yang berasal dari tebing di samping rumahnya telah menimbun sebagian besar bangunan fisik mereka.
”Longsor ini sudah sangat parah. Timbunan tanah sudah sampai di atap rumah kami. Kami sangat khawatir kalau hujan turun lagi, rumah ini bisa tertimbun sepenuhnya,” ujar Yosep dengan nada cemas kepada Media ReformaNews.com.
Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran Yosep dan istrinya tidak hanya tinggal berdua. Mereka juga harus menghidupi dan melindungi empat orang cucu yang masih kecil di dalam rumah yang rawan ambruk tersebut.
Demi mengantisipasi kerusakan yang lebih fatal, Yosep mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk membersihkan material longsor secara mandiri. Keterbatasan fisik sebagai lansia memaksa mereka merogoh kocek pribadi guna menyewa sejumlah warga setempat untuk membantu proses penggalian dan pembersihan tanah.
https://reformanews.com/berita/5741/
Merespons pemberitaan cepat dari ReformaNews.com, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung memberikan atensi khusus.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Belu, drg. Ansilla Mutty, menegaskan bahwa kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak akan menjadi prioritas utama dalam penanggulangan bencana ini.
”Terkait kejadian ini, kami akan segera turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan darurat. Selanjutnya, Pusdalops akan segera membuat laporan, baik ke BNPB maupun ke BPBD Provinsi. Semoga yang bersangkutan bisa segera mendapat bantuan, baik itu berupa hunian sementara (huntara) ataupun hunian tetap (huntap) sesuai prosedur,” ujar Ansilla saat dikonfirmasi Mediatihar.com
Ansilla juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan otoritas wilayah setempat demi memvalidasi kondisi di lapangan.
”Besok kami akan langsung mengontak Camat Lamaknen untuk menanyakan kronologi dan kejadian sebenarnya di lokasi,” tambahnya.
Belajar dari kasus ini, BPBD Kabupaten Belu mengimbau kepada seluruh aparat desa agar lebih peka dan proaktif dalam melaporkan setiap potensi maupun peristiwa bencana yang terjadi di wilayahnya.
”Kami meminta, jika ada kejadian apa pun sehubungan dengan bencana, sekecil apa pun itu, aparat desa tolong segera mengabari BPBD. Hal ini penting agar tim kami bisa langsung melakukan kaji cepat dan tindakan penyelamatan secara terukur,” pungkas Ansilla.








