RX Relaxology sabet Rekor muri setelah menggelar pijat gratis di 23 kota besar Indonesia termasuk kabupaten Belu.
BELU, MEDIATIHAR.COM – Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap 29 Mei, perusahaan bidang kebugaran RX Relaxology menggelar aksi sosial berskala nasional. Aksi ini berhasil mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Pijat Lansia Terbanyak se-Indonesia”.
Aksi pemecahan rekor tersebut dilaksanakan secara serentak di 31 outlet RX Relaxology yang tersebar di 23 kota besar Indonesia. Beberapa di antaranya digelar di cabang Kalibata City Square dan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 Ciracas, Jakarta Timur, hingga ke Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini melibatkan lebih dari 585 lansia dari berbagai daerah yang mendapatkan sesi pijat relaksasi selama 30 menit dari para terapis profesional. Pihak manajemen menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan para lanjut usia di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 29 juta penduduk lansia dan jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Melalui aksi ini, RX Relaxology berkomitmen memberikan perhatian sekaligus dukungan nyata bagi para lansia agar tetap menikmati kualitas hidup yang sehat di usia senja. Secara medis, terapi pijat untuk lansia dinilai dapat membantu melancarkan peredaran darah, mengurangi pegal, nyeri sendi, meningkatkan kualitas tidur, serta memberikan efek relaksasi emosional.
Kabupaten Belu menjadi salah satu wilayah yang turut menyukseskan pemecahan rekor ini, tepatnya di outlet RX Relaxology Jalan Adam Malik No. 24, Berdao, Kecamatan Atambua Barat.
Supervisor RX Relaxology Atambua, Erlina Safitri Dora, menjelaskan bahwa agenda sosial ini bertujuan memberikan edukasi mengenai manfaat pijat refleksi bagi kebugaran lansia. Dalam aksi kali ini, pihaknya menjaring 10 orang lansia di atas usia 60 tahun secara acak dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan penanganan langsung secara gratis.
”Tujuannya agar para lansia dapat lebih menyadari kesehatan mereka dan memahami manfaat dari pijat,” ujar Erlina saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Selama kegiatan yang berlangsung selama dua jam—mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WITA—para terapis melayani berbagai keluhan kesehatan yang kerap dialami lansia. Penyakit asam urat dan gangguan pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan.

Erlina menegaskan bahwa seluruh pelayanan dilakukan secara manual menggunakan teknik pijatan tangan oleh terapis berpengalaman tanpa alat bantu, dipadukan dengan minyak khusus untuk memberikan efek hangat. Tekanan pijatan pun disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing lansia.
”Ada lansia yang jalannya sudah susah, tentu tekanan pijatannya kami sesuaikan. Respons mereka sangat positif; beberapa di antaranya bahkan mengaku baru pertama kali merasakan pijat total dari kaki, tangan, pundak, hingga kepala,” tambahnya.
Manfaat dari aksi sosial ini dirasakan langsung oleh Stefanus Laku Mali, warga Kelurahan Fatubenao yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Stefanus yang sehari-hari sering mengeluhkan kaki pegal dan kaku akibat asam urat mengaku sangat terbantu.
”Saya bersyukur sekali ada kegiatan seperti ini. Badan saya, terutama kaki yang sering kaku saat berjalan, terasa jauh lebih ringan setelah dipijat. Terapisnya juga ramah dan pijatannya pas untuk orang tua seperti kami,” tutur Stefanus.
Melihat antusiasme yang tinggi, pihak RX Relaxology berencana memproyeksikan aksi sosial ini sebagai agenda tahunan, bergantung pada koordinasi dengan kantor pusat.
Selain berfokus pada lansia, RX Relaxology Atambua juga aktif dalam kegiatan komunitas lokal. Dalam waktu dekat, mereka dijadwalkan membuka stan (open booth) dan menyediakan layanan terapi punggung gratis (free back therapy) dalam ajang lari di Atambua Plaza pada tanggal 6 mendatang, serta rutin berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day (CFD).








