HET Minyak Tanah Rp4.000 Dijual Rp8.000, Pemkab Belu Buka Posko Aduan WhatsApp

BERITA, DAERAH, EKONOMI241 Views

Kadis Disperdagind Vincent k laka menghimbau masyarakat awasi dan laporkan pangkalan minyak Tanah yang menjual HET.

Atambua,Mediatihar.Com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) meminta masyarakat aktif mengawasi dan melaporkan pangkalan yang menjual minyak tanah bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyelewengan distribusi di wilayah tersebut.

​Kepala Disperdagind Kabupaten Belu, Vincent K. Laka, menegaskan bahwa menjual komoditas bersubsidi di atas ketentuan HET merupakan pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat. Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat pangkalan yang menaikkan harga hingga Rp8.000 per liter, padahal HET resmi yang ditetapkan pemerintah adalah Rp4.000 per liter.

​”Partisipasi aktif dari masyarakat sangat kami butuhkan agar penyaluran minyak tanah subsidi ini bisa benar-benar tepat sasaran,” ujar Vincent dalam keterangan tertulisnya,Jumat(29/26).

​Untuk mempermudah proses penindakan, Disperdagind mengimbau warga yang menemukan praktik curang tersebut untuk segera mendokumentasikannya dalam bentuk rekaman video atau foto saat transaksi berlangsung.

​Masyarakat dapat mengirimkan bukti tersebut melalui nomor pengaduan resmi WhatsApp di 081338212277. Pihak dinas menjamin setiap laporan yang disertai bukti kuat akan langsung ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum.

​Pemkab Belu juga mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pemilik pangkalan minyak tanah di wilayah tersebut. Vincent mengingatkan bahwa segala bentuk permainan harga komoditas bersubsidi tidak akan ditoleransi dan dapat dijerat sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

​”Mari kita bersama-sama mengawasi distribusi minyak tanah subsidi ini demi mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *