Tanggap Bencana, BPBD Belu Salurkan Bantuan Paket Logistik ke Tenukiik korban kebakaran

BPBD Belu Salurkan Bantuan Paket Logistik ke Tenukiik korban kebakaran

ATAMBUA, Mediatihar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban kebakaran di RT 11, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kamis (27/03/2026).

​Penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat atas musibah yang menghanguskan satu unit rumah milik Slamet, anggota TNI aktif yang bertugas di Makodim 1605/Belu, pada Rabu (18/03/2026) lalu.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belu, dr. Ansila Eka Mutty, menuturkan bahwa bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan dasar pasca-insiden.

BPBD menyerahkan sedikitnya bantuan kebutuhan harian yang terdiri dari beras, peralatan dapur, bak air, tikar, selimut, handuk, serta perlengkapan dasar lainnya.

​”Kami memastikan kebutuhan dasar korban segera terpenuhi melalui penyaluran bantuan ini. BPBD bersama instansi terkait juga terus melakukan pendataan dan pemantauan guna memastikan penanganan berjalan optimal,” ujar dr. Ansila.

​Lurah Tenukiik, Elias Y. T. Mali, S.H., menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Laporan tertulis segera disampaikan kepada Bupati melalui dinas teknis terkait.

​”Laporan kami langsung ditanggapi hari ini dengan adanya bantuan, baik dari BPBD maupun Dinas Sosial. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati atas wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang tertimpa musibah,” ungkap Elias.

​Selain paket dari BPBD, bantuan yang diserahkan meliputi:
​Beras dan makanan siap saji.
​Pakaian seragam sekolah.
​Perlengkapan tidur (kasur busa).
Kid ware (perlengkapan anak) dan bantuan logistik lainnya.

​Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (18/03) sekitar pukul 10.00 WITA. Api dengan cepat melahap bangunan yang sebagian besar bermaterial kayu tersebut. Menurut pemilik rumah, Slamet, saat kejadian ia sedang beraktivitas di luar rumah.

​”Kami sedang membuat kue di luar, tiba-tiba anak-anak berteriak kebakaran. Saat saya lihat, api sudah membesar dari dalam kamar. Kemungkinan berasal dari obat nyamuk bakar yang belum sempat dimatikan,” ungkap Slamet.

​Beruntung, aksi sigap puluhan anggota TNI dari Makodim 1605/Belu, warga setempat, dan unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Belu berhasil melokalisir api sehingga tidak merambat ke pemukiman padat penduduk. Meski kerugian materiil diperkirakan cukup besar, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

​Ibu Sudarti, istri dari Slamet Jatmiko, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang kehilangan harta benda dalam insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *