
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM– Kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Riky Richardus Lopez, mengajak masyarakat menjadikan momentum ini untuk merefleksikan jejak pembangunan yang telah mengubah wajah NTT, khususnya di wilayah perbatasan.
“Selamat datang Bapak Joko Widodo di NTT. Terima kasih atas perhatian dan pengabdian dalam mendorong pembangunan daerah. Semoga semangat ini terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat Belu dan seluruh rakyat NTT,” ujar Riky, Kamis (30/7/2026).
Selama empat hari di NTT, Jokowi dijadwalkan mengikuti serangkaian agenda kemasyarakatan dan politik. Di antaranya meninjau budidaya rumput laut di Pantai Aer Cina Kabupaten Kupang, berdialog dengan petani, mengikuti jalan santai di Car Free Day Kota Kupang, menghadiri acara kebudayaan di Pantai LLBK, serta menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PSI NTT.
Menurut Riky, kepemimpinan Jokowi telah meninggalkan warisan infrastruktur vital yang berdampak nyata bagi NTT. Di sektor ketahanan air, terdapat sejumlah proyek strategis seperti Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Sikka, dan Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan yang dibangun untuk mengatasi tantangan kekeringan.
Selain bendungan, kawasan perbatasan RI–Timor Leste juga mengalami transformasi besar lewat modernisasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain di Kabupaten Belu. Infrastruktur ini berhasil mengubah wajah beranda depan negara menjadi lebih modern dan tertata.
Riky menegaskan, tugas pemerintah daerah dan masyarakat saat ini adalah menjaga dan memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga.


