Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty meninjau lokasi kebakaran di Halikelen, Desa Naekasa.
BELU, Mediatihar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu merespons cepat musibah kebakaran yang menghanguskan satu unit bangunan dapur milik Silas Taseseb di Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu (18/4/2026).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, memimpin langsung personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat. Langkah taktis ini diambil guna memastikan kobaran api tidak merambat ke area pemukiman warga dan gedung Gereja Protestan yang terletak berdampingan dengan sumber api.
Penanganan dan Kondisi Terkini
Tim BPBD berkoordinasi dengan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memastikan proses pemadaman berjalan tuntas. Drg. Ansilla menyatakan bahwa situasi di lapangan saat ini sudah berhasil dikendalikan.
”Kondisi di lokasi saat ini sudah kami pastikan aman. Api telah sepenuhnya padam berkat aksi sigap petugas, sehingga tidak merambat ke bangunan utama rumah maupun fasilitas gereja,” ujar drg. Ansilla di lokasi kejadian, Sabtu sore.
Berdasarkan hasil kaji cepat tim di lapangan, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang cukup signifikan. Selain bangunan fisik dapur, sejumlah aset penting turut hangus terbakar, di antaranya:
1 unit traktor tangan (hand tractor)
2 unit mesin pompa air
Hasil pertanian (stok padi dan jagung)
Peralatan masak besar (keperluan pesta)
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta,Diluar peralatan dapur yang baru saja dibeli oleh korban untuk keperluan pesta pernikahan.
Pihak BPBD saat ini tengah melakukan pendataan mendalam sebagai dasar verifikasi pemberian bantuan sosial kepada keluarga korban.
”Dari hasil kaji cepat ini, kami akan menentukan jenis bantuan sosial yang akan segera disalurkan kepada pihak keluarga untuk meringankan beban mereka,” tambah drg. Ansilla.
Menutup keterangannya, Kalak BPBD menyampaikan rasa prihatin sekaligus mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
”Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap pemicu kebakaran, terutama pada area dapur dan instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.













