Festival Fulan Fehan dipastikan akan kembali digelar secara besar-besaran pada tahun 2026.
BELU,Mediatihar.Com – Momentum kebangkitan pariwisata di beranda terdepan NKRI resmi dimulai. Setelah sempat absen dan seolah “mati suri” dalam beberapa tahun terakhir, ajang legendaris Festival Fulan Fehan dipastikan akan kembali digelar secara besar-besaran pada tahun 2026.
Kepastian ini ditegaskan langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, saat mendampingi Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, di tengah hamparan sabana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kamis (12/02/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan biasa, melainkan sinyal kuat kembalinya marwah budaya Belu ke panggung nasional dan internasional. Bupati Willy Lay secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali ruh festival yang pernah membawa nama Belu mendunia.
”Fulan Fehan sudah pernah menjadi saksi sejarah kesuksesan besar dengan 6.000 penari Likurai hingga meraih rekor MURI. Tahun ini, kita rebut kembali marwah itu. Pemerintah Kabupaten Belu akan kembali menggelar Festival Fulan Fehan,” tegas Bupati Willy dengan penuh optimisme.
Lebih dari sekadar seremonial, festival tahun 2026 ini dirancang sebagai instrumen diplomasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Timor Leste. Bupati Willy menjelaskan bahwa ada empat misi utama dalam “kebangkitan” festival ini:
Promosi Pariwisata: Mengukuhkan kembali Fulan Fehan sebagai destinasi unggulan NTT.
Pelestarian Budaya: Menampilkan kembali kekayaan Tari Likurai, Tarian Antama, hingga orkes suling bambu.
Diplomasi Perbatasan: Mempererat persahabatan dengan negara tetangga, Timor Leste.
Ekonomi Kerakyatan: Menjadi katalisator peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal di Kecamatan Lamaknen dan sekitarnya.
Kehadiran Deputi Bidkoor Pollugri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, di lokasi memberikan bobot strategis bagi rencana ini. Dukungan pusat dinilai krusial mengingat Fulan Fehan berada di wilayah sensitif perbatasan, di mana stabilitas keamanan dan kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan melalui pendekatan budaya (soft power).
Dengan panorama sabana yang memukau dan sejarah prestasi yang pernah diraih, Festival Fulan Fehan 2026 diprediksi akan menjadi magnet utama wisatawan dan menjadi simbol kembalinya kejayaan budaya di Tanah Rai Belu.









