Akui Khilaf dan Sebar Fitnah, Buang Sine Resmi minta maaf dan pulihkan Nama Baik Heribertus Lau

BERITA, DAERAH, HUKRIM2014 Views

BELU,Mediatihar.Com– Pegiat media sosial, Buang Sine, resmi menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Heribertus Lau dan keluarga besarnya di hadapan penyidik Satreskrim Polres Belu, Kamis (15/1/2026). Langkah ini mengakhiri ketegangan hukum terkait unggahan media sosial yang sebelumnya dinilai mencemarkan nama baik Heribertus.

​Kehadiran Buang Sine di Atambua merupakan pemenuhan janji setelah sebelumnya ia menyatakan kesediaan untuk bertemu langsung guna menyelesaikan persoalan secara damai. Di hadapan penyidik dan pihak pelapor, Buang mengakui kekhilafannya terkait narasi yang mengaitkan nama Heribertus dalam kasus kematian mantan Kepala BPBD Belu, Frans Asten.

​”Saya dengan kerendahan hati memohon maaf atas kekeliruan dan kekhilafan saya yang telah mencantumkan nama Pak Heribertus Lau dalam postingan saya. Kekeliruan ini telah menyakiti perasaan Pak Heribertus dan keluarga besar,” ujar Buang Sine dengan nada penuh penyesalan.

​Selain kepada keluarga, Buang juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu. Ia berkomitmen untuk melakukan klarifikasi publik guna membersihkan nama baik instansi dan pihak terkait.

​Heribertus Lau yang hadir dalam mediasi tersebut mengungkapkan bahwa unggahan Buang Sine telah memberikan dampak psikologis yang berat bagi dirinya, anak, dan keluarga besarnya. Ia mengaku sempat merasa dikucilkan dan mendapat sanksi sosial dari masyarakat.

​”Sebenarnya saya ingin proses ini terus berjalan secara hukum karena saya dicap pembunuh oleh masyarakat akibat opini publik tersebut. Namun, karena Pak Buang sudah berinisiatif datang secara terbuka mengakui kesalahannya, sebagai orang beriman saya memaafkan,” ungkap Heribertus.

​Meski demikian, Heribertus menegaskan syarat pemulihan nama baik. Ia meminta Buang Sine membuat klarifikasi terbuka melalui media sosial dan media massa agar persepsi negatif di masyarakat benar-benar hilang.

​Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Ansila Eka Muti, mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Belu. Menurutnya, tudingan yang beredar sempat mencoreng citra instansi di mata publik.

​”Dengan adanya perdamaian ini, saya selaku pimpinan merasa lega. Kami ingin masyarakat tidak lagi menilai kantor BPBD dengan stigma negatif. Kami menunggu klarifikasi terbuka dari Buang Sine agar kami dapat kembali bekerja dengan maksimal tanpa beban opini negatif,” tegas drg. Ansila.

​Persoalan ini bermula dari unggahan Buang Sine yang mengklaim Heribertus Lau mendatangi rumah almarhum Frans Asten sesaat sebelum kejadian pada November 2025. Klaim yang disebut pihak pengacara sebagai “berdasarkan mimpi atau perkiraan” tersebut memicu laporan polisi karena dianggap menyebarkan informasi tidak benar yang merugikan martabat orang lain.

​Terkait kelanjutan pengungkapan motif kematian Frans Asten sendiri, pihak keluarga dan BPBD menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada penyidik Polres Belu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *