Tinggalkan BBM,Bupati Belu: Kita Siap Migrasi ke Mobil Listrik, Asal Bukan Sekadar Tren Sesaat!

Bupati Belu Willybrodus Lay saat mengendarai mobil listrik.

​ATAMBUA,Mediatihar.com – Pemerintah Kabupaten Belu menyatakan kesiapannya untuk mendukung transisi energi dengan mengadopsi kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Namun, Bupati Belu menekankan pentingnya jaminan layanan purna jual dan keandalan infrastruktur sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara menyeluruh.

​Hal ini disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., dalam acara PLN EV Tour NTT yang digelar di depan Mal Pelayanan Publik Atambua, Rabu (11/02/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Dinas Perhubungan Provinsi NTT, dan diler otomotif Chery.

​Manajer PLN UP3 Kupang, Nikolaus Denis Adrian, menjelaskan bahwa agenda tour ini bertujuan membuktikan performa kendaraan listrik di medan menantang daratan Timor. Berdasarkan hasil uji coba, mobil listrik terbukti sangat efisien meski harus melewati tanjakan dan perjalanan jauh.

​”Dari Kupang dengan kondisi baterai 100 persen, mobil masih menyisakan daya sekitar 40 persen saat tiba di Atambua, padahal sempat digunakan berkeliling di wilayah Soe. Ini membuktikan kendaraan listrik sangat siap untuk perjalanan jarak jauh,” ungkap Nikolaus.

​PLN menggarisbawahi tiga keunggulan utama kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional:
​Senyap: Minim suara dan getaran (low noise).
​Bebas Polusi: Tidak menghasilkan emisi gas buang (zero emission).
​Ekonomis: Biaya operasional jauh lebih hemat dibandingkan BBM.

​Untuk mendukung ekosistem ini, PLN telah menyiagakan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur strategis Pulau Timor, meliputi:
​Jalur Trans Timor: Oesao, Simpang Takari, Soe, Kefamenanu, hingga Atambua.
​Area Kota Kupang: Hotel Harper, Paradox Cafe, dan Ume Era.

​Bupati Willybrodus Lay menyambut positif hadirnya teknologi hijau di wilayah perbatasan NKRI. Meski berkomitmen beralih ke kendaraan listrik untuk operasional dinas, ia memberikan catatan kritis terkait aspek purna jual (after-sales service).

​”Atambua adalah wajah NKRI, kita ingin teknologi modern berkembang pesat di sini. Namun, masyarakat dan pemerintah butuh kepastian mengenai daya tahan (lifetime) baterai dan kemudahan mendapatkan suku cadang,” tegas Bupati.

​Ia menambahkan bahwa kepercayaan publik akan tumbuh jika unit kendaraan telah teruji keandalannya dalam jangka panjang di medan NTT yang spesifik.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres Belu, Manajer PPM UIW NTT I Made Rai, perwakilan perbankan (Danamon, BNI, BRI), serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu.

Penyelenggaraan EV Tour ini diharapkan menjadi katalisator percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *