Kisah dr. Andreas Sofiandi, Dermawan Lintas Agama yang Bangun Gereja Paroki Lurasik Secepat Kilat Hanya Bermodal ‘Gambar Tangan’
Lurasik,TTU,Mediatihar.Com – Sebuah keajaiban arsitektur berdiri megah di atas bukit Biboki Utara, Timor Tengah Utara (TTU). Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Lurasik, yang sebelumnya adalah bangunan usang tak layak pakai, kini telah rampung sepenuhnya dalam tempo yang sungguh mencengangkan: hanya empat bulan!
Kecepatan dan kemegahan pembangunan ini bukan karena kekuatan panitia atau proposal dana yang masif, melainkan berkat kerja senyap seorang dermawan berhati emas: dr. Andreas Sofiandi, dokter spesialis mata terkemuka sekaligus Ketua Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Pusat.
Saat dihampiri media di lokasi pada Senin (8/12/2024), Andreas Sofiandi tampak sibuk, tak seperti donatur yang biasanya hanya datang saat peresmian. Ia terlihat sibuk memberi arahan, bahkan turun langsung membantu para pekerja yang sedang menyelesaikan detail akhir gereja yang akan diberkati pada 15 Agustus 2025 itu.
”Saya hanya ingin membantu masyarakat,” katanya singkat kepada wartawan.
Faktanya, “membantu” bagi dr. Andreas adalah panggilan. Ia tidak hanya membangun Gereja Katolik, tetapi juga aktif membantu pembangunan gereja Kristen, masjid, wihara, hingga sekolah. Saat ini, ia bahkan sedang membangun sekolah di Puncak Jaya, Papua.
”Agenda kepedulian saya sederhana saja: saya ingin berbagi kepada generasi, anak-anak yang butuh sentuhan,” tegasnya.
Yang paling mengejutkan, gereja Paroki Lurasik berdiri tanpa panitia pembangunan resmi, tanpa proposal, dan yang paling unik, tanpa gambar desain arsitek profesional!
”Saya buat gambarnya pakai tangan. Setiap hari saya datang, saya lihat, lalu saya konsepkan dan langsung dikerjakan oleh tukang,” ungkap dr. Andreas.
Meskipun sederhana dalam proses perencanaan, hasil akhirnya sungguh luar biasa mewah. Untuk mencapai detail bangunan yang halus, ia bahkan mendatangkan 60 tukang khusus dari Jawa, serta 58 patung yang akan menghiasi bangunan, termasuk patung misionaris awal Irlandia sebagai bentuk penghormatan.
Pastor Paroki Lurasik, Romo Urbanus Halah, Pr., membenarkan bahwa upaya pembangunan gereja yang rusak parah sempat terhenti karena ketiadaan dana. Titik balik terjadi secara tidak terduga pada Juni 2025, saat Romo Ino Nahak bertemu dr. Andreas Sofiandi dalam kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di Nias.
Setelah mendengar kondisi memprihatinkan Gereja Lurasik, dr. Andreas langsung terbang ke TTU pada 7 Juli 2025. Tanpa basa-basi, ia menyatakan bahwa HBT akan menanggung seluruh biaya pembangunan gereja baru!
Pada 1 Agustus 2025, gereja lama dirubuhkan. Seluruh material konstruksi didatangkan dari Jakarta, dan dalam waktu empat bulan yang singkat, bangunan megah yang diresmikan oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr. ini berdiri tegak.
Peresmian gereja bersejarah ini dijadwalkan akan dihadiri oleh tokoh penting, Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo bersama Uskup Atambua.
Selain dikenal sebagai penggerak pembangunan, dr. Andreas Sofiandi adalah inisiator operasi katarak gratis untuk puluhan ribu warga kurang mampu di Indonesia. Ia akan kembali memfasilitasi operasi katarak gratis di NTT pada 12–14 Desember mendatang, sebagai bagian dari aksi kemanusiaan HBT yang tiada henti.
