Aksi Heroik Bupati TTU, falentinus D kebo Terjang Banjir Setinggi Dada Demi Panen Jagung Bersama Warga.
TTU, Mediatihar.Com – Dedikasi tinggi ditunjukkan oleh Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A. Dalam kunjungan kerjanya ke Desa Susulaku, Kecamatan Insana, Bupati nekat menerjang luapan banjir setinggi dada orang dewasa demi bertemu warga dan melakukan panen jagung simbolis, Kamis (19/2/2026).
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Insana menyebabkan debit air di bantaran kali Desa Susulaku meluap hingga mencapai ketinggian sekitar satu meter. Kondisi ini sempat memutus akses jalan utama menuju lokasi kegiatan.
Meski dihadapkan pada arus air yang keruh dan cukup deras, Bupati Yosep yang tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WITA memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan. Mengenakan seragam Korpri lengkap dengan atribut topi, ia berjalan menembus banjir sepanjang kurang lebih 20 meter.
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, tampak petugas Linmas dan ajudan sigap berjaga di sisi Bupati untuk menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terseret arus. Walau pakaian dinasnya basah kuyup, Bupati tetap melanjutkan agenda dialog dan panen dengan penuh semangat.
Kehadiran Bupati di Desa Susulaku adalah untuk memimpin panen simbolis jagung hibrida varietas Maxxi 2 (Maxxi 2 Cuan). Panen tersebut dilakukan di atas lahan seluas setengah hektare yang dikelola oleh BUMDes Nun Tefa bekerja sama dengan Kelompok Tani (Poktan) masyarakat setempat.
Varietas Maxxi 2 dipilih karena ketahanannya terhadap penyakit bulai dan busuk batang, serta sifatnya yang toleran terhadap kondisi kekeringan, sehingga menjadi andalan petani di wilayah TTU.
Dalam sambutannya di tengah rintik hujan, Bupati Yosep memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas guna mendukung program swasembada pangan daerah.
”Pengabdian bukan soal tempat yang nyaman, tetapi tentang hati yang siap hadir dan melayani, apapun kondisinya,” ungkap pesan yang beredar luas mengiringi video aksi heroik tersebut.
Bagi warga setempat, kehadiran langsung pemimpin di tengah kondisi bencana memberikan kekuatan moral tersendiri. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan lapangan yang nyata, di mana pejabat publik memilih melihat langsung kondisi rakyatnya daripada sekadar memberikan instruksi dari balik meja.
Hingga berita ini diturunkan, aksi berani Bupati TTU tersebut terus mendapat apresiasi luas di berbagai platform media sosial sebagai simbol dedikasi tanpa sekat antara pemimpin dan rakyatnya.***
