Cegah Tragedi Ngada Terulang, Pemkab TTU Pastikan Seluruh Siswa Peroleh Perlengkapan Sekolah Gratis

​Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, merealisasikan program perlengkapan sekolah gratis.

KEFAMENANU,Mediatihar com – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merealisasikan program prioritas sektor pendidikan dengan membagikan paket perlengkapan sekolah gratis kepada seluruh siswa SD dan SMP di wilayah tersebut. Langkah ini diambil guna menjamin akses pendidikan yang setara dan menghapus beban ekonomi orang tua murid.

​Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosef Frent Omenu, S.STP, mengonfirmasi bahwa pendistribusian telah berlangsung sejak 27 Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada awal Februari.

​”Targetnya tanggal 2 atau 3 Februari seluruh proses pendistribusian sudah tuntas di seluruh kecamatan,” ujar Beato, Sabtu (31/1/2026).

​Program ini menyasar 18.106 siswa yang tersebar di 274 Sekolah Dasar (SD) dan 95 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Kabupaten TTU. Setiap siswa menerima paket lengkap tanpa dipungut biaya, yang terdiri dari:

​Seragam Nasional: Baju, rok/celana, topi, dasi, dan ikat pinggang.

​Peralatan Belajar: Tas sekolah dan buku tulis.

​Beato menegaskan bahwa kualitas barang yang dibagikan telah melalui pengecekan agar tahan lama dan layak digunakan oleh siswa, baik di wilayah perkotaan maupun desa terpencil.

​Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi dari visi-misi bersama Wakil Bupati Kamillus Elu yang tertuang dalam RPJMD TTU 2025–2029.

​Menurut Bupati Falent, intervensi pemerintah daerah sangat diperlukan agar tidak ada lagi anak yang merasa minder atau putus asa akibat keterbatasan ekonomi.

​”Kami ingin memastikan anak-anak bisa mengikuti kegiatan sekolah tanpa rasa minder. Selama ini banyak yang menggunakan seragam warisan atau tidak layak. Pemerintah hadir untuk menjamin semangat belajar mereka tetap terjaga,” tegas Falent.

​Inisiatif Pemkab TTU ini menjadi perhatian publik di tengah duka yang menyelimuti dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, publik diguncang oleh tragedi bunuh diri seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada berinisial YBR (10) pada Kamis, 29 Januari 2026.

​Korban ditemukan meninggal dunia dengan meninggalkan sepucuk surat dalam bahasa daerah Bajawa yang berisi ungkapan kekecewaan terkait keterbatasan alat tulis dan buku.

​Meski program di TTU sudah direncanakan dan berjalan sebelum tragedi Ngada mencuat, langkah proaktif Pemkab TTU ini dinilai menjadi solusi nyata untuk mencegah terjadinya tekanan psikologis serupa pada siswa akibat kendala fasilitas pendidikan.