YAHUKIMO, MEDIATIHAR.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka telah mengeluarkan instruksi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan pengawalan ketat dalam proses pemulangan jenazah Marselinus Manek, seorang warga asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Instruksi ini dikeluarkan pada, Selasa (23/9/2025), sebagai respons terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil.
“Saya meminta bantuan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu memulangkan semua jenazah yang menjadi korban penembakan KKB di Yahukimo ke kampung halaman masing-masing. Hal ini penting agar para korban dapat dimakamkan dengan layak oleh keluarga mereka,” ujar Gibran.
Kejadian tragis ini menimpa Marselinus Manek, seorang perantau asal Kabupaten Belu, NTT, yang mencari nafkah di Yahukimo. Ia menjadi korban penembakan KKB pada Minggu (21/9/2025) di Distrik Seradala.
Aksi keji ini menambah daftar panjang tindakan kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil yang tidak bersalah.
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait serangkaian serangan yang dilakukan oleh KKB di Yahukimo.
Selain Marselinus Manek, terdapat beberapa warga sipil lainnya yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah memberikan pernyataan tegas terkait tindakan KKB.
Mereka menyatakan bahwa TNI dan Polri akan meningkatkan operasi keamanan di Papua untuk menindak tegas KKB dan memberikan perlindungan kepada warga sipil.
“Kami akan terus memburu dan menindak tegas KKB. Mereka adalah kelompok kriminal yang telah melakukan tindakan teror terhadap warga sipil dan aparat keamanan. Kami tidak akan memberikan ruang gerak kepada mereka,” tegas Jenderal Agus Subiyanto.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan KKB.
Proses pemulangan jenazah Marselinus Manek ke Belu akan dilakukan secepatnya dengan pengawalan ketat dari TNI dan Polri.
Pemerintah daerah NTT juga telah menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan jenazah dan memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pemerintah berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali dan masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai di Papua.








