ATAMBUA,mediatihar.com– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, melayangkan peringatan keras kepada jajaran penjabat Kepala Desa dan Lurah terkait lambatnya penyediaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam Rapat Evaluasi di Gedung Betelalenok Atambua, jumat (28/11/2025),
Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP yang turut dihadiri oleh Dandim 1605 Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.I.P., ini bertujuan membahas progres 81 titik pembangunan gedung koperasi serta kendala yang dihadapi di lapangan. Wabup Belu dengan tegas menekankan pentingnya percepatan pembangunan, mengutip perintah langsung dari Presiden.
”Perintah Pak Presiden jelas, jika terlambat maka mulai dari Kepala Desa, Dandim, serta Bupati dan Wakil Bupati di copot dari jabatannya. Sebelum saya dicopot, kamu yang saya copot terlebih dahulu,” ungkap Wakil Bupati Vicente Gonsalves dengan nada yang sangat tegas, menandakan keseriusan Pemerintah Daerah dalam menuntaskan proyek ini.
PLT dinas koperasi Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, melaporkan bahwa proyek pembangunan ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Dari total 81 titik lokasi yang direncanakan untuk gerai koperasi di desa/kelurahan, sebanyak 65 lokasi lahan sudah dinyatakan siap. Fokus saat ini diarahkan pada 17 desa dan kelurahan yang masih terkendala dalam penyediaan lahan.
Nikolaus menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada proses pemetaan dan perizinan, khususnya di lokasi perkotaan. “Di beberapa desa memang sulit, apalagi di dalam kota, di dalam kelurahan itu kita sulit. Lahan yang tersedia kebanyakan (merupakan) tanah milik pemerintah,” jelasnya.
Menanggapi permintaan percepatan tersebut, Dandim 1605 Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.I.P., menyatakan komitmen penuh dari jajaran TNI.
Dandim akan mengaktifkan seluruh personel Babinsa sebagai ujung tombak satuan kewilayahan. Para Babinsa akan ditugaskan untuk memberikan bimbingan teknis dan arahan, sekaligus memperkuat koordinasi percepatan pelaksanaan pembangunan KDKMP di lapangan.
”Setiap Babinsa harus memahami konsep dan tujuan pembangunan KDKMP ini. Koperasi ini bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga bentuk nyata kemandirian bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujar Dandim, menegaskan bahwa keberhasilan KDKMP adalah tanggung jawab bersama.
Rapat ini menjadi momentum penekanan sinergi antara Pemda dan TNI dalam mengawal program pembangunan yang diharapkan menjadi energi baru bagi kemajuan ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Belu.


