BELU,mediatihar.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Belu mencatatkan diri sebagai partai politik pertama di wilayah tersebut yang menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) bagi konstituen pada tahun 2025.
Kegiatan bertema “Meningkatkan Pengetahuan Politik dan Membangun Jaringan untuk Pemilihan Umum” ini digelar langsung di tingkat desa, tepatnya di Desa Lewalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Jumat (28/11/2025).Langkah PSI ini mendapat apresiasi tinggi dari lembaga pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu.
Acara Dikpol ini menghadirkan pembicara dari beragam unsur, termasuk Kepala Badan Kesbangpol Belu Apolinaris M. Susar, Komisioner KPU Belu Yoni Arianto Neolaka, dan akademisi Silvester Mali dari STISIP Fajar Timur. Dihadiri ratusan warga, perangkat desa, serta jajaran pengurus PSI Belu, kegiatan ini bertujuan mencerdaskan pemilih dan membasmi praktik “memilih kucing dalam karung” di Pilkada mendatang.
Ketua PSI Belu, Yohanis Siku, menegaskan bahwa pendidikan politik adalah kewajiban moral dan konstitusional bagi parpol.
“Hari ini kita hadir untuk memberikan pemahaman politik agar masyarakat tidak lagi ‘memilih kucing dalam karung’. Selama ini minimnya pendidikan politik membuat masyarakat kurang memahami proses demokrasi. PSI mengambil langkah baru agar pada saat hari H pemilihan, masyarakat benar-benar siap,” tegas Yohanis Siku.
Ia berharap Desa Lewalutolus menjadi awal gerakan pendidikan politik yang akan diperluas ke desa-desa lain di Belu.Langkah PSI yang membawa kegiatan Dikpol hingga ke desa mendapat apresiasi luar biasa dari pemerintah dan KPU.
Kepala Badan Kesbangpol Belu, Apolinaris M. Susar, memuji keberanian PSI. “Pendidikan politik biasanya digelar di kota kabupaten, tetapi hari ini PSI membawa kegiatan ini sampai ke desa. Ini langkah berani dan patut diapresiasi,” ujarnya, seraya memaparkan materi Empat Pilar Kebangsaan.
Senada dengan Kesbangpol, Komisioner KPU Belu, Yoni Arianto Neolaka, memberikan pengakuan resmi. “Dari sekian partai yang ada di Kabupaten Belu, PSI menjadi yang pertama melaksanakan pendidikan politik tahun ini,” kata Yoni. Ia berharap materi yang diberikan menjadi modal warga dalam menghadapi pesta demokrasi.
Sementara itu, Silvester Mali, Dewan Pembina PSI Belu, menekankan bahwa partai politik adalah sarana partisipasi demokratis yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat.
PJ Kepala Desa Lewalutolus, Fransiskus Beas, menyampaikan rasa terima kasih mewakili warganya.
“Dengan sosialisasi seperti ini, masyarakat semakin paham sistem demokrasi. Harapannya PSI terus melakukan pendidikan politik di desa-desa lain di Belu, dan partai lain juga mengikuti langkah yang sama,” tutupnya, mewakili masyarakat yang kini dinilai lebih sadar politik.








