Bupati Ngada, Raymundus Bena,Beberkan faktor kematian siswa SD Berinisial YBS di Ngada.
NGADA,Mediatihar.Com– Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyanggah anggapan bahwa motif siswa sekolah dasar berinisial YBS (10) mengakhiri hidup murni karena persoalan ekonomi, yakni ketidakmampuan orang tua membeli buku dan pulpen. Menurutnya, terdapat faktor lain yang lebih kompleks di balik tragedi tersebut.
Raymundus menilai kesimpulan yang beredar di publik saat ini terlalu dini. Ia menduga ada akumulasi masalah, mulai dari faktor sosial hingga kondisi lingkungan sekolah yang perlu didalami lebih lanjut.
”Saya rasa kesimpulan sementara yang diambil ini terlalu dini. Kalau saya melihat, masalah ini cukup kompleks. Jika hanya karena tidak bisa membeli buku dan pulpen, saya rasa terlalu rendah (alasannya) untuk masyarakat saya,” ujar Raymundus dalam program Sapa Indonesia Malam di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (4/2/2026).
Terlepas dari masalah yang dihadapi, Raymundus mengungkapkan bahwa YBS merupakan siswa yang memiliki catatan positif di sekolah. Korban dikenal sebagai anak yang aktif dan berprestasi secara akademik.
”Di sekolah anaknya periang, aktif, baik, dan taat. Secara keseluruhan positif. Bahkan pada semester ganjil kelas 4 lalu, ia berhasil meraih peringkat kelima,” ungkapnya.
Mengenai kondisi ekonomi, Raymundus membenarkan bahwa keluarga YBS tergolong keluarga tidak mampu. Namun, ia menegaskan bahwa keluarga tersebut sudah masuk dalam basis data penerima bantuan pemerintah.
Persoalan administratif sempat muncul karena keluarga korban baru kembali menetap di Kabupaten Ngada, sementara data bantuan sosial mereka masih tercatat di wilayah tempat tinggal sebelumnya.
”Keluarga tersebut terdaftar sebagai penerima bantuan di kabupaten sebelumnya. Namun, secara khusus, YBS tetap mendapatkan bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kabupaten Ngada, meski secara administratif data domisilinya masih dalam proses,” pungkas Raymundus.
Pemerintah daerah saat ini masih berupaya mendalami motif mendalam di balik kejadian ini guna mencegah kasus serupa terulang di masa depan.














