Sebelum 3.000 Penari Mengguncang Fulan Fehan, para tetua adat menggelar Ritual Nokar Hapal Adat di Benteng Tujuh lapis.
BELU,MEDIATIHAR.COM – Masyarakat adat Desa Dirun menggelar ritual sakral Nokar Hapal (buka pintu) di Benteng Tujuh Lapis Makes, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Ritual ini diselenggarakan sebagai pembuka seluruh rangkaian acara menjelang puncak Festival Fulan Fehan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni mendatang.

Prosesi adat yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh para tetua adat (feto kana/umamuk) serta imam adat setempat. Dalam pelaksanaannya, para pemangku adat melewati empat pintu gerbang benteng secara bertahap sambil membawa media ritual berupa sirih pinang dan hewan kurban.
Menurut pemuka adat setempat, ritual Nokar Hapal bertujuan untuk memohon restu serta perlindungan dari Raja Dirun dan para leluhur. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian festival, termasuk pertunjukan kolosal yang akan melibatkan 3.000 penari di padang Fulan Fehan, dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Tradisi ini dinilai unik karena sifatnya yang inklusif. Prosesi ritual melibatkan seluruh strata sosial masyarakat Belu secara gotong royong, mulai dari garis keturunan bangsawan (Suku Na’i) hingga warga biasa. Keterlibatan lintas generasi dan kelas sosial ini menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat Belu dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka.

Festival Fulan Fehan sendiri merupakan agenda budaya tahunan di Kabupaten Belu yang bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah sekaligus melestarikan kekayaan tradisi masyarakat perbatasan RI-Timor Leste.***












