
ATAMBUA,MEDIATIHAR COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong kawasan perbatasan Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar pintu gerbang antarnegara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kemenpar RI, Nova Arisne, saat membuka Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 di kawasan Simpang Lima Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8/2026) malam.
Acara yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenpar, Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu.
”Melalui Cross Border Fest ini, kita ingin menunjukkan bahwa kawasan perbatasan tidak hanya menjadi pintu gerbang antarnegara, tetapi juga pusat pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nova.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste (RDTL), lanjut Nova, Kabupaten Belu memiliki peran strategis sebagai beranda terdepan Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Nova mengapresiasi sinergi antara Pemkab Belu, BI, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai rangkaian acara seperti bazar UMKM, talkshow edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” oleh BI, hingga kompetisi paduan suara memperebutkan Piala Menteri Pariwisata menjadi bukti nyata penggerak ekonomi daerah.
”Kompetisi paduan suara ini melibatkan peserta dari Indonesia dan Timor Leste. Festival ini menjadi bukti bahwa sebuah event mampu memperkuat budaya, membangun kolaborasi, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ia berharap Garuda Sakti Cross Border Fest dapat terus konsisten digelar sebagai agenda unggulan kawasan perbatasan yang membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
”Terima kasih kepada BI, Pemkab Belu, dan seluruh pihak atas kolaborasi yang produktif ini. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk kemajuan Kabupaten Belu di masa depan,” pungkas Nova.


