
ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu bersama panitia penyelenggara dan aparat keamanan menggelar rapat koordinasi (technical meeting) untuk mematangkan persiapan Karnaval Budaya 2026. Rapat yang berlangsung di Halaman Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Belu pada Jumat (7/8/2026) ini digelar guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, M.M.
Dalam rapat tersebut, panitia mencatat adanya lonjakan peserta yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kategori umum, jumlah pendaftar meningkat drastis dari 60 kelompok menjadi lebih dari 80 kelompok. Sementara itu, untuk kategori anak-anak (TK, PAUD, dan SD kelas 1–2), terdaftar sebanyak 49 kelompok. Demi menjaga keteraturan, panitia membatasi jumlah anggota maksimal 30 orang per kelompok.
Guna mengantisipasi penumpukan barisan, penyelenggara membagi jadwal dan rute pelepasan peserta menjadi dua sesi:
Kategori Anak-anak (Pagi): Pelepasan dijadwalkan paling lambat pukul 09.00 WITA. Rute mengitari area pertokoan hingga Panggung Sembilan Bintang dan berakhir di garis finish. Panitia juga menyiapkan skenario rute alternatif melewati area Katedral dan Oemathonis jika terjadi penumpukan.
Kategori Umum (Sore): Pelepasan dimulai pukul 13.00 WITA dengan rute lebih panjang melintasi sejumlah titik utama di Kota Atambua.
Mengingat evaluasi tahun lalu di mana acara berlangsung hingga pukul 21.00 WITA panitia menerapkan sejumlah aturan ketat demi efisiensi waktu:
Durasi Pelepasan Dipangkas: Interval waktu pelepasan antarpeserta dipersingkat dari 3 menit menjadi maksimal 2 menit.
Tanpa Seremonial Tambahan: Panitia meniadakan penyerahan cenderamata maupun sesi foto khusus bersama tamu undangan di panggung start.
Pembatasan Kendaraan Pengikut: Kendaraan pendukung yang mengiringi rombongan dibatasi maksimal dua unit mobil per kelompok guna mencegah kemacetan.
Pembatasan Durasi Atraksi: Atraksi peserta dibatasi maksimal 2 menit dan hanya diperbolehkan di titik resmi, yakni persimpangan Toko Flora. Langkah ini diambil untuk mengurai penumpukan di area tanjakan seperti Tugu PKK.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, memperkuat semangat gotong royong, serta melestarikan budaya lokal. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dalam setiap penyelenggaraan karnaval menjadi bukti bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian dari identitas keinekaan.
”Kami mengajak seluruh panitia dan peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan demi menyukseskan Karnaval 2026. Kegiatan ini adalah milik seluruh warga, sehingga keberhasilannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Nikolaus.
Melalui penataan skenario dan rute baru ini, seluruh tahapan persiapan dilakukan secara matang. Pemkab Belu berharap Karnaval Budaya 2026 tidak hanya berlangsung meriah sebagai ajang pemersatu masyarakat, tetapi juga tetap tepat waktu, tertib, serta nyaman bagi para peserta maupun penonton.


