
ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu bergerak cepat mengantisipasi potensi kekeringan akibat peralihan musim hujan ke musim kemarau. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah mengecek debit air di sejumlah sumber mata air serta melakukan rekayasa pelayanan guna menjaga stabilitas pasokan air baku ke pelanggan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kabupaten Belu, Antonius Kurniawan Kadarisman Jumadi Manek, SE., MM., menjelaskan bahwa langkah mitigasi ini diambil untuk menyiasati penurunan debit air yang drastis. Akibatnya, pihak PDAM terpaksa mengubah jadwal pengaliran air ke rumah warga.
”Jadwal pengaliran air yang pada musim hujan biasanya dilakukan dua kali seminggu, kini kami sesuaikan menjadi satu kali seminggu. Namun, kami mengompensasi pemotongan frekuensi tersebut dengan menambah durasi atau jam pelayanan setiap kali air dialirkan,” ujar Jumadi Manek saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin(3/8/2026).
Selain melakukan rekayasa jaringan, PDAM Belu juga menyiagakan armada mobil tangki khusus. Armada ini disiapkan untuk menyuplai air bersih langsung ke rumah pelanggan yang terdampak kekeringan paling parah.
Sebagai langkah antisipasi dini, PDAM Belu telah memetakan lima kelurahan yang masuk dalam zona merah atau wilayah rawan gangguan distribusi selama musim kemarau. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
Kelurahan Fatubenao: Khususnya di wilayah Haliulun.
Kelurahan Manuaman: Di sekitar kawasan Haliren.
Kelurahan Rinbesi: Di sekitar kawasan Pemakaman Islam.
Kelurahan Umanen: Di sekitar wilayah Wekatimun dan Onaboi.
Kelurahan Manumutin: Di wilayah Kuneru dan sekitarnya.
Guna merespons keluhan pelanggan secara cepat, PDAM memastikan layanan call center tetap beroperasi penuh selama 24 jam. Sementara untuk pembentukan Posko Siaga Kemarau secara fisik, Jumadi mengaku saat ini belum mendirikannya. Posko tersebut baru akan dibentuk secara situasional jika tingkat kekeringan di lapangan semakin memburuk.
Menghadapi potensi kelangkaan air yang lebih luas, PDAM mengeluarkan panduan konkret bagi masyarakat. Pelanggan sangat disarankan untuk menyediakan wadah penampungan mandiri di rumah masing-masing dan memaksimalkannya saat jadwal pengaliran tiba.
”Kami mengimbau pelanggan untuk mulai menghemat penggunaan air secara bijak. Hal ini penting agar ketersediaan air yang ditampung bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga selama satu minggu penuh, hingga jadwal pengaliran berikutnya,” pungkas Jumadi Manek.


