erosi hebat di bantaran Kali Fatuala, Dusun Fatuala, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
BELU,Mediatihar.Com – Cuaca ekstrem disertai intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu erosi hebat di bantaran Kali Fatuala, Dusun Fatuala, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Fenomena alam ini mengancam pemukiman warga, bahkan sejumlah bangunan dilaporkan nyaris ambruk akibat terkikis aliran sungai yang meluap.
Kondisi diperparah dengan ketiadaan konstruksi bronjong atau dinding penahan tanah di sepanjang aliran sungai, sehingga debit air yang meningkat langsung menghantam fondasi rumah warga.
Salah satu warga terdampak, Blasius Nahak, kini harus bertahan dalam kondisi rumah yang hampir terkikis banjir. Bagian belakang rumah yang mencakup dapur dan kamar mandi kini terlihat tanpa penghalang.
Kini, bangunan utama rumah Blasius tersisa dalam kondisi terbuka tanpa tembok pembatas, langsung berbatasan dengan tebing sungai yang curam. Blasius menuturkan bahwa musibah tersebut terjadi saat debit air kali meningkat drastis dalam waktu singkat.
”Debit air waktu itu sangat tinggi dan arusnya jauh lebih deras dari biasanya karena hujan lebat berhari-hari. Arus itu menghantam dinding tanah hingga longsor,” ungkap Blasius saat ditemui di lokasi, Kamis (19/3).
Meski berada dalam situasi membahayakan, Blasius mengaku masih bertahan di sisa bangunan rumahnya. Ia sangat berharap adanya bantuan nyata dari Pemerintah Kabupaten Belu untuk membuat tembok pembatas atau bronjong.
Menanggapi kondisi kritis tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, memastikan pihaknya telah meninjau langsung lokasi bencana.
”Kami sudah ke lokasi dan melihat langsung situasinya. BPBD akan segera menyalurkan bantuan darurat bagi rumah warga yang terdampak,” tegas Maria.
Selain bantuan logistik darurat, Maria menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur jangka panjang memerlukan kolaborasi lintas dinas untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan normalisasi sungai. Tujuannya agar pola aliran air tidak lagi menggerus lahan warga. Rencananya, tim teknis PU akan turun ke lokasi hari ini untuk melakukan kajian,” pungkasnya.








