Luar Biasa! Diresmikan Langsung Kardinal Suharyo Gereja Lurasik NTT Berdiri Megah Hanya 3,5 Bulan

TTU, mediatihar.com – Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan iman umat Katolik. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, secara resmi menahbiskan Gereja Santa Maria Goreti Paroki Santo Petrus dan Santo Paulus Lurasik di Desa Hauteas, Kecamatan Biboki Utara, pada Senin, (15/12/25) sore.

​Penahbisan ini menjadi momen istimewa karena merupakan kunjungan perdana seorang Kardinal ke Kabupaten TTU. Keajaiban lain yang menyertai peresmian ini adalah kecepatan pembangunannya, yang rampung hanya dalam tempo 3,5 bulan.

​Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Lurasik, yang berdiri megah di atas bukit Biboki Utara, menggantikan bangunan gereja lama yang dinilai sudah tidak layak. Pembongkaran gereja lama dilakukan pada 1 Agustus 2025, dan pembangunan gereja baru dimulai pada 15 Agustus 2025, menjadikannya rampung hanya dalam waktu 3,5 bulan. Kecepatan ini dianggap sebagai mujizat arsitektur.

​Bangunan gereja berukuran 26 x 48 meter ini mengusung konsep ekologis yang menyatu dengan alam, dikelilingi kawasan hutan. Gereja dihiasi 59 patung religius dan menggunakan material khusus, termasuk batu marmer, menambah kemegahan arsitekturnya.

​Pembangunan gereja baru ini merupakan inisiatif tulus dari Andreas Sofiandi dan tim donatur dari Persekutuan Perhimpunan Bersatu Teguh, yang merasa prihatin dengan kondisi gereja lama.
​”Niat saya cuma satu, gereja ini harus dibangun baru karena sudah tidak layak. Bangunan ini bisa selesai berkat kasih dan kemurahan Tuhan serta dukungan dari rekan-rekan donatur,” ujar Sofiandi saat acara penahbisan.

​Dalam khotbahnya, Kardinal Suharyo memuji aksi nyata para donatur sebagai wujud kebaikan Tuhan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan persaudaraan sebagai kekuatan dalam membangun hidup yang lebih baik.

​”Bapak Andreas Sofiandi dan tim donatur telah membangun gereja ini, semoga semakin menguatkan iman kita untuk memuliakan Tuhan. Semua pengorbanan ini menjadi persembahan terindah bagi Tuhan,” pesan Kardinal.

​Kardinal juga berharap bangunan ini menjadi tempat yang nyaman untuk berdoa, seraya mengingatkan, “Kiranya bangunan ini bukan semata karena kemegahannya yang dikagumi, tapi terpenting kesaksian iman kita yang makin hidup bagi sesama.”

​Penyambutan dan Pejabat yang Hadir
​Upacara penahbisan yang dihadiri ribuan umat, imam, dan donatur ini diawali dengan penyambutan meriah. Kardinal Suharyo yang tiba di Desa Hauteas sekitar pukul 15.00 WITA disambut dengan tutur adat nataoni, drum band, pengalungan, dan diarak menuju gereja diiringi Tarian Likurai dan Gong.

​Kardinal Suharyo tiba di Bandara A.A. Bere Tallo, Atambua, sekitar pukul 12.30 WITA dan disambut langsung oleh Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA, dan sejumlah unsur Forkopimda.
​Turut hadir mendampingi Kardinal adalah Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, serta Direktur E Jampidum Kejaksaan Agung RI Roberthus Melchisedek Tacoy, SH, MH, serta perwakilan dari Timor Leste.

​Paroki Biboki Utara dibentuk pada tahun 1983. Paroki ini resmi bernama Paroki Santo Petrus dan Santo Paulus Lurasik pada 25 Februari 1985. Pembangunan gereja pertama dilakukan secara swadaya umat pada 1988 dan ditahbiskan pada 21 Juli 1995 dengan nama Gereja Santa Maria Goreti.

​Titik terang pembangunan gereja baru hadir pada Juni 2025, saat Pastor Paroki Rm. Inosensius Nahak, Pr bertemu Bp. Andreas Sofiandi. Peletakan batu pertama kemudian dilakukan oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr bersama Bupati Belu, sebelum akhirnya rampung dalam waktu singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *