Laris Manis! Efek Parade Exotic Tenun Belu Bikin Dagangan Kuliner UMKM Habis Sekejap

​Dampak finansial dari festival Parade Tenun ini dirasakan langsung oleh para pedagang kuliner dan produk olahan lokal yang memadati area pameran.

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Gelaran parade Exotic Tenun yang diinisiasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu sukses menjadi motor penggerak utama dalam menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Ajang yang berfokus pada industri kreatif dan fesyen lokal ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan tersebut.

​Acara yang digelar di Pelataran Mal Pelayanan Publik (MPP) Timor Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (26/6/2026) ini, tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memicu perputaran uang yang signifikan di sektor riil.

​Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas inisiatif ini. Menurutnya, festival budaya seperti ini memiliki efek domino (multiplier effect) yang besar terhadap ekosistem pariwisata daerah.

​”Saya yakin dengan kegiatan ini hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restoran penuh. Banyak sekali yang bisa dibangkitkan. Salah satu keunggulan dari Kabupaten Belu memang ada di sektor pariwisata,” ujar Tito di Atambua, Jumat (26/6).

​Mantan Kapolri tersebut menambahkan bahwa perputaran ekonomi terjadi karena adanya transaksi jual beli langsung antara wisatawan dan pelaku usaha. Selain itu, kreativitas desainer lokal yang terwadahi ikut membuka peluang pasar baru bagi industri fesyen tenun.

​Dampak finansial dari festival ini dirasakan langsung oleh para pedagang kuliner dan produk olahan lokal yang memadati area pameran. Tingginya animo pengunjung yang memadati lokasi membuat barang dagangan para pelaku UMKM habis lebih cepat dari biasanya.

​Hamina, salah seorang pengusaha UMKM kuliner lokal, mengaku mendapat keuntungan berlipat ganda selama gelaran berlangsung.

​”Omzet penjualan kami meningkat drastis dibanding hari-hari biasanya. Ramainya pengunjung festival membuat produk olahan lokal kami habis terjual lebih cepat,” ungkap Hamina.

​Sinergi antara pemerintah daerah melalui Dekranasda dan para pelaku ekonomi kreatif diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah menilai, penyelenggaraan event berkala seperti ini menjadi kunci strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *