​Lantik Direktur  PDAM Baru, Wabup Belu Beri Deadline 1 Tahun untuk Benahi Layanan

BERITA, DAERAH, POLITIK1322 Views

Foto: Antonius K. K. Jumadi Manek, SE., MM Resmi jadi Direktur PDAM 

ATAMBUA,Mediatihar.Com– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, resmi melantik Antonius K. K. Jumadi Manek, SE., MM sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu masa jabatan 2026–2031. Dalam momen tersebut, pemerintah memberikan target tegas berupa perbaikan layanan dalam kurun waktu satu tahun.

​Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Kerja Bupati Belu pada Selasa (27/01/2026). Antonius terpilih setelah melalui proses seleksi terbuka yang ketat beberapa waktu lalu.

​Dalam arahannya, Wabup Vicente menekankan bahwa Direktur Perumda Air Minum memikul tanggung jawab besar karena mengelola kebutuhan dasar publik sekaligus berfungsi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
​“Perumda Air Minum memiliki peran ganda; sebagai institusi pelayanan publik sekaligus badan usaha daerah. Keduanya harus berjalan seimbang,” ujar Vicente.

​Ia mendesak adanya pembenahan menyeluruh, baik di level internal organisasi maupun kualitas distribusi air ke pelanggan. Secara internal, Vicente meminta Antonius segera melakukan konsolidasi untuk menyatukan visi seluruh pegawai.

​”Buang segala perbedaan. Konflik sekecil apa pun dalam organisasi akan memperburuk kinerja perusahaan. Semua harus bergerak bersama demi pelayanan,” tegasnya.

​Untuk mencapai target perubahan dalam satu tahun, Wabup Belu menitipkan empat poin utama sebagai kompas kerja direktur baru:
1.​Perluasan Cakupan: Memetakan wilayah krisis air dan mempercepat sambungan baru.

2.​Efisiensi Infrastruktur: Menekan angka kehilangan air (non-revenue water) melalui modernisasi teknologi.

3.​Transparansi Tata Kelola: Menerapkan prinsip profesionalisme yang bersih dari praktik KKN.
​Respons Cepat: Memperkuat komunikasi publik agar keluhan pelanggan ditangani secara instan.

​Pemerintah Kabupaten Belu memastikan tidak akan segan mengambil langkah tegas jika tidak ada progres signifikan di lapangan.

​“Kami akan terus mengevaluasi. Jika dalam satu tahun tidak ada perubahan nyata pada kualitas dan kuantitas air, maka langkah evaluasi dan perbaikan manajemen akan segera dilakukan,” pungkas Vicente.

​Acara pelantikan ini diakhiri dengan harapan agar kepemimpinan baru dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih di Kabupaten Belu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *