Wakil Bupati Belu meninjau langsung Bencana longsor dan kerusakan infrastruktur di beberapa titik di kabupaten Belu.
ATAMBUA, Mediatihar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat penanganan bencana longsor dan kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas mobilitas masyarakat kembali normal pascabencana.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., memimpin langsung peninjauan ke titik-titik terdampak akibat tingginya intensitas curah hujan, Jumat (06/03/2026). Peninjauan ini merupakan respons cepat pemerintah atas laporan warga terkait dampak cuaca ekstrem.
Di sela-sela peninjauan, Wakil Bupati Vicente menjelaskan bahwa turun langsung ke lapangan sangat krusial untuk menentukan langkah taktis yang harus diambil pemerintah daerah secara menyeluruh.
”Hari ini kita melihat langsung kondisi di lokasi untuk menilai langkah komprehensif apa yang bisa dilakukan Pemda. Kita tangani secepat dan semaksimal mungkin agar masyarakat dapat kembali beraktivitas,” ujar Vicente saat diwawancarai mediatihar.com.
Penanganan Darurat di Desa Manleten
Lokasi pertama yang disambangi rombongan adalah Dusun Lamasi, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur. Di lokasi ini, sebuah deker (jembatan kecil) ambruk akibat terjangan air, yang mengakibatkan akses jalan warga terputus total.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati menegaskan pihaknya segera menerjunkan alat berat untuk membersihkan material reruntuhan.
”Sebagai solusi jangka pendek, kita akan pasang jembatan darurat (pelat) agar mobilitas warga lancar kembali. Sambil berjalan, kita tinjau anggaran tahun ini; jika memungkinkan, akan langsung dibangun permanen,” tegasnya.
Rombongan kemudian bergerak menuju Laktutus, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Dubesi. Pemkab Belu melalui Dinas PUPR dan BPBD telah mulai menangani jalan putus di wilayah tersebut dengan menurunkan ekskavator untuk meratakan jalan.
”Untuk jalan di Laktutus sudah mulai ditangani. Sementara ini kendaraan roda dua sudah bisa lewat. Kendaraan roda empat dari arah Nanaet juga sudah bisa melintas, namun dari arah Halilulik masih agak licin karena pengerjaan baru selesai dan kondisi masih hujan,” jelas Vicente.
Sementara itu,Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang (Febby), yang turut hadir dalam peninjauan tersebut, menyampaikan bahwa kerusakan infrastruktur ini murni akibat faktor alam. Ia mengapresiasi sinergitas pemerintah dalam merespons keluhan warga.
”Titik terparah ditemukan pada ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Nanaet Dubesi dan Kecamatan Tasifeto Barat. DPRD akan terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah guna memastikan penanganan darurat berjalan efektif agar urat nadi perekonomian tidak terhambat,” kata Febby.
Sebagai penutup, Pemkab Belu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. Warga diminta segera melapor kepada instansi terkait jika menemukan potensi bahaya atau bencana susulan.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut:Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang,Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Ferdinand Hale Kin, S.T,Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Vincent Kurniawan Laka,Ketua Komisi II DPRD Belu.













