Gemuruh Kendang Tihar dan Hentakan Kaki Pramuka Belu Guncang Panggung Jambore Daerah X NTT

BERITA, DAERAH, SOSBUD323 Views
Ket: Kontingen Pramuka Belu Pukau Jambore Daerah X NTT lewat Tarian Tebe Likurai Manuaman Lakaan(foto:MT).

KUPANG,MEDIATIHAR.COM– Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Belu sukses memukau penonton dalam pentas seni Jambore Daerah X Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026. Dalam ajang tersebut, mereka menampilkan Tarian Tebe Likurai Manuaman Lakaan, sebuah karya kolaborasi seni drama, tari, dan musik yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.

​Pertunjukan ini mengangkat tema legendaris Manuaman Lakaan (Ayam Jantan Lakaan). Berdasarkan mitologi masyarakat setempat, nama ini merujuk pada puncak Gunung Lakaan di Kabupaten Belu yang diyakini sebagai daratan pertama yang muncul saat air masih menutupi bumi. Gunung tersebut dijuluki Sa Mane Kmesak, Baudinik Kmesak, Laka-an, Naksinak-an, yang berarti Sang Putra Tunggal, Sang Bintang Satu-satunya, Bercahaya Sendiri, Bersinar Sendiri.

​Secara teknis, pertunjukan ini memadukan dua tarian tradisional khas Belu, yaitu Likurai dan Tebe:

Tarian Likurai: Ditampilkan secara dinamis menggunakan alat musik kendang kecil (tihar) yang dimainkan langsung oleh para penari, dipadukan dengan liukan badan serta hentakan kaki yang kompak.

Tarian Tebe: Ditarikan secara berkelompok dengan saling bergandengan tangan membentuk lingkaran, diiringi nyanyian bersahut-sahutan sebagai simbol kegembiraan dan kebersamaan.

​Pada zaman dahulu, perpaduan tarian ini berfungsi untuk menyambut para prajurit yang pulang dari medan perang sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan. Namun, seiring perkembangan zaman, fungsi tarian ini telah bergeser.

​Saat ini, Tarian Tebe Likurai Manuaman Lakaan dipentaskan sebagai media promosi budaya sekaligus simbol kekuatan, kekompakan, dan rasa cinta generasi muda terhadap warisan leluhur.

​Kesuksesan penampilan memukau dari Kontingen Kwarcab Belu di panggung Jambore Daerah X NTT ini tidak lepas dari tangan dingin Fritz selaku penanggung jawab sinopsis, serta Erni Djawa yang bertindak sebagai penata tari dan musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *