Optimalkan Lahan Produktif, Lapas Atambua Cetak WBP Mandiri Lewat Sektor Pertanian

Ket: Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Atambua kelas IIB Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Tomat Produktif (foto:MT)

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus berkomitmen memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Komitmen ini diwujudkan melalui suksesnya panen raya komoditas tomat di lahan produktif area Lapas pada Sabtu (12/9).

​Program pemanfaatan lahan tidur tersebut tak hanya bertujuan menyokong ketahanan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana pelatihan praktis mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pascapanen sebagai bekal keterampilan nyata bagi WBP saat kembali ke masyarakat kelak.

​Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar pembinaan prioritas yang dirancang terukur dan berkelanjutan.

​“Kami terus mendorong kegiatan pembinaan kemandirian agar warga binaan mendapatkan keterampilan yang nyata dan produktif. Panen tomat ini merupakan salah satu hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Antonio.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Atambua, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa partisipasi aktif warga binaan menjadi kunci utama keberhasilan program budidaya ini.

​“Kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terlibat langsung, mulai dari merawat tanaman sampai proses panen. Harapannya, mereka tidak hanya menghasilkan tanaman, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian,” jelas Andra.

​Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh WBP. Rio Manek, salah satu perwakilan warga binaan, mengaku mendapatkan banyak nilai positif selama memelihara tanaman tersebut.

​“Kami senang bisa ikut merawat tanaman sampai akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini, kami belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab dalam merawat tanaman,” tutur Rio.

​Melalui panen ini, Lapas Atambua membuktikan bahwa pembinaan pemasyarakatan mampu melahirkan kegiatan produktif. Selain mendukung optimalisasi lahan dan ketahanan pangan lokal, program ini efektif menumbuhkan kedisiplinan, etos kerja, serta kerja sama antarwarga binaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *