Mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi DH 1635 HW lepas kendali hingga terbalik dan menabrak seorang bocah laki-laki hingga tewas di tempat.
Belu,Mediatihar.Com – Sebuah kecelakaan maut terjadi di tikungan Lakafehan, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu pada Jumat, 26 Juni 2026 pagi. Mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi DH 1635 HW lepas kendali hingga terbalik dan menabrak seorang bocah laki-laki hingga tewas di tempat.
Kasat Lantas Polres Belu, AKP Muhammad Putra Ramdhoni, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan rilis resmi pihak kepolisian, kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WITA di jalan raya jurusan Atambua menuju Motaain.
Menurut penjelasan AKP Muhammad Putra Ramdhoni, mobil Avanza Veloz berwarna putih tersebut dikemudikan oleh Kaitanus Mau Butin dengan mengangkut dua orang penumpang. Kendaraan melaju dari arah Atambua menuju arah Motaain.
”Sesampainya di TKP, pengendara hilang kendali dan keluar jalur, kemudian menabrak pohon yang berada di bahu jalan sebelah kiri,” ujar Kasat Lantas dalam rilis resminya, Jumat (26/6/2026) siang.
Setelah menghantam pohon, mobil oleng dan langsung menabrak seorang pejalan kaki bernama Yakobus Samara yang saat itu sedang berada di bahu jalan. Mobil tersebut kemudian terbalik dengan posisi keempat roda menghadap ke atas. Akibat benturan keras, korban Yakobus Samara dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengemudi dan dua penumpangnya tidak mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, beberapa saksi mata mengungkapkan bahwa mobil bergerak dengan kecepatan tinggi dan sempat berjalan zig-zag sebelum menghantam pohon reo di pinggir jalan.
Korban yang rumahnya berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), diketahui saat itu sedang keluar rumah dengan maksud untuk membeli kue sarapan pagi.
Muncul dugaan bahwa kecelakaan dipicu oleh kondisi pengemudi yang berada di bawah pengaruh alkohol. Berdasarkan informasi beredar, malam sebelum kejadian, pengemudi bersama dua temannya berada di Atambua dan diduga mengonsumsi minuman keras hingga mabuk.
Terkait tujuan perjalanan, terdapat dua versi informasi yang berkembang. Berdasarkan pengakuan penyewa mobil di grup rental mobil Atambua, kendaraan tersebut sedianya disewa untuk menghadiri Festival Fulan Fehan yang digelar hari ini.
Namun, informasi lain menyebutkan bahwa mobil tersebut disewa dalam rangka menghadiri acara adat atau kumpul keluarga di Talilaran, Atapupu.
Saat ini, pengemudi beserta dua orang penumpangnya telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan terbalik tersebut.***













