Respon cepat Pemda Belu melalui BPBD dan PUPR Meninjau lokasi ambruknya Deker di Dusun Debubot, Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur.
BELU, Mediatihar.Com– Pemerintah Kabupaten Belu bergerak cepat merespons putusnya akses transportasi akibat ambruknya deker di Dusun Debubot, Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, memastikan langkah penanganan darurat akan segera dilakukan.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/4/2026) tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, akses utama warga dan jalur transportasi bagi para pelajar menuju sekolah lumpuh total.
Menindaklanjuti laporan warga dan aparat desa setempat, drg. Maria Ansilla bersama tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau langsung lokasi terdampak. Ansilla menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk pemulihan akses secepat mungkin.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PU. Anggaran perbaikan sebenarnya sudah tersedia dalam DPA Dinas PU. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat akan dibangun jalan alternatif agar aktivitas warga kembali normal,” ujar Ansilla di lokasi kejadian, Kamis (23/4/2026).

Jalur ini merupakan urat nadi penting yang menghubungkan Desa Fatubaa dengan Dusun Bauatok-Lalosuk di Desa Manleten, serta menjadi akses utama menuju pusat Kota Atambua.
BPBD Kabupaten Belu memberikan atensi khusus pada kerusakan ini karena berdampak langsung pada sektor ekonomi dan pendidikan, terutama bagi siswa SMP IL Kapitan Fatubaa yang kini terisolasi.
”Jalur ini sangat krusial, terutama bagi anak-anak sekolah. Kami segera menyusun laporan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk diteruskan ke BPBD Provinsi NTT dan BNPB Pusat,” tegasnya.
Berdasarkan data di lapangan, kerusakan infrastruktur di titik ini merupakan kejadian berulang. Lokasi yang sama sempat mengalami longsor pada Oktober 2025 lalu. Meski sempat dilakukan perbaikan darurat, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir kembali menghancurkan struktur jalan.
Domingus, salah seorang warga setempat, berharap janji pemerintah segera terealisasi.
“Kami sangat bergantung pada jalan ini. Saat ini kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas,” ungkapnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Penjabat (Pj) Desa Persiapan Manleten Barat, Marcella Bau Laun, Sekretaris Desa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.








