CFD Atambua, Afy Besin : Tenun NTT Jadi Simbol Perlawanan! Jangan Takut Laporkan Kekerasan!

ATAMBUA, mediatihar.com – Kegiatan “NTT Berwarna” 2025 sukses digelar di Area Car Free Day Lapangan Simpang Lima Atambua pada Sabtu (13/12/2025), memadukan perayaan budaya tenun khas NTT dengan kampanye sosial.

​Acara yang diinisiasi oleh TP PKK, Dekranasda, dan Dinas P3A Kabupaten Belu ini dipimpin langsung oleh Maria Fridolin Besin (Afy Besin), Staf Ahli TP PKK sekaligus istri dari Wakil Bupati Belu.

​Sambil memimpin jalan santai dan parade tenun, Afy Besin aktif mengampanyekan pesan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Ia secara tegas meminta masyarakat untuk berani melaporkan setiap kasus kekerasan yang menimpa kelompok rentan, seperti perempuan, anak, dan disabilitas.

​”Pelaporan ini sangat penting agar korban mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat dan komprehensif dari pihak berwenang,” ujar Afy.

​Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Menurutnya, tenun NTT yang kaya warna menjadi simbol kekuatan dan identitas perempuan.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah:

1.​Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

2.​Mendorong partisipasi aktif pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

3.​Mempromosikan budaya lokal, khususnya penggunaan tenun khas NTT, sebagai simbol identitas dan kekuatan perempuan.

​”Ini adalah perpaduan unik antara perayaan budaya dan penyampaian pesan sosial. Peserta parade mengenakan pakaian berbahan atau bermotif tenun khas daerah sambil membawa poster atau spanduk kampanye,” jelasnya.

​Ia menambahkan, kegiatan olahraga bersama yang bersifat inklusif ini juga menyebarkan pesan kesehatan dan anti kekerasan di ruang publik.

​Puncak kegiatan ditutup dengan orasi dan pesan-pesan edukatif yang bertujuan menciptakan lingkungan aman sesuai dengan amanat Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan menunjukkan komitmen kolektif Belu dalam menjaga keadilan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *