ATAMBUA,Mediatihar.Com – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Belu. Di tengah tantangan berat akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp105 Miliar.
Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Belu Willybrodus Lay S.H dan Wakil Bupati Vicente Hornai Goncaves, ST, memastikan program pengobatan dan sekolah gratis tetap menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026,Senin (29/13/25).
Wakil Bupati menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah tidak akan menghentikan pelayanan dasar bagi rakyat kecil.
“Kesehatan dan pendidikan adalah urusan wajib. Meskipun anggaran kami dipotong cukup besar oleh pemerintah pusat, kami tetap berupaya pasang badan agar biaya pengobatan dan biaya sekolah tidak membebani rakyat,” tegasnya.
Berikut adalah rincian perlindungan jaminan kesehatan dan pendidikan gratis untuk tahun 2026:
1. Kesehatan Gratis: Layanan Aktif Per 1 Januari 2026
Pemkab Belu memastikan tidak ada jeda pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan akses medis.
Perjanjian Resmi: Penandatanganan PKS dengan BPJS telah dilakukan pada 23 Desember 2025. Per 1 Januari 2026, layanan kesehatan gratis bagi warga dipastikan sudah aktif.
Cakupan Luas: Anggaran Rp15,5 Miliar dialokasikan untuk menjamin 32.451 jiwa. Jumlah ini bertambah 2.218 orang yang mencakup warga kena PHK, pensiunan yang tidak ditanggung, serta warga mandiri yang tidak mampu.
Predikat UHC: Belu mempertahankan status UHC Non Cut Off dengan cakupan kepesertaan lebih dari 98%.
Dana Darurat: Disiapkan dana tambahan sebesar Rp150 Juta pada Dinas Kesehatan untuk membiayai kasus penyakit yang tidak tercover oleh BPJS.
2. Pendidikan Gratis: Beasiswa & Seragam Disiapkan
Meski bantuan buku pelajaran harus dihentikan sementara akibat dampak efisiensi dana transfer, Pemkab Belu tetap mengalokasikan miliaran rupiah untuk meringankan beban orang tua siswa:
Beasiswa SD: Disiapkan dana Rp1,35 Miliar untuk bantuan beasiswa bagi 1.125 siswa SD.
Seragam Gratis: Alokasi Rp1,46 Miliar untuk pengadaan 5.850 paket seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP.
Pendidikan Tinggi: Mahasiswa asal Belu yang berprestasi juga mendapatkan perhatian dengan alokasi bantuan biaya pendidikan sebesar Rp750 Juta.
Selain dua pilar utama tersebut, beberapa program strategis lainnya tetap mendapatkan pembiayaan, antara lain:
Tani Mandiri: Pengolahan lahan gratis seluas 600 Ha dan pembangunan jalan usaha tani di Desa Sarabau, Bauho, dan Fatubaa.
Air Bersih: Pembangunan sumur bor di 5 lokasi strategis (Tala, Maumutin, Fatubenao, Tasain, dan Dilumil) senilai Rp1,43 Miliar.
Pemberdayaan Kelurahan: Kucuran dana Rp5 Miliar untuk pembangunan sarana dan pemberdayaan ekonomi di 12 kelurahan.
Digitalisasi: Penyediaan Free WiFi di area publik (Pasar dan Alun-alun Kota) serta absensi berbasis Face ID untuk disiplin pegawai.
Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk terus memonitor pelaksanaan anggaran 2026 agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan warga di tengah kondisi fiskal yang terbatas.
