Menembus Terali Besi, Uskup Atambua Ajak Warga Binaan Temukan Jalan Pertobatan

Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, pr.menyelenggarakan Rekoleksi di lapas Atambua.

ATAMBUA,Mediatihar.Com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menyelenggarakan Rekoleksi Prapaskah bagi petugas, peserta magang, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Katolik, Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kapela Lapas Atambua ini dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.

​Kedatangan Mgr. Dominikus yang didampingi Pastor Paroki St. Petrus Tukuneno dan dua imam Pusat Pastoral Keuskupan Atambua disambut hangat oleh Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Hendra Setyawan. Suasana penyambutan kian berkesan dengan suguhan tarian tradisional yang dibawakan oleh para warga binaan.

​Dalam rangkaian rekoleksi tersebut, Mgr. Dominikus Saku memimpin Misa Tobat sekaligus memberikan penguatan spiritual. Beliau menekankan bahwa masa Prapaskah adalah momentum bagi umat beriman untuk memperdalam iman serta melakukan pembaharuan hidup yang nyata.

​Dalam bimbingan rohaninya, Uskup menyatakan apresiasinya terhadap produktivitas warga binaan yang aktif dalam berbagai program pembinaan kemandirian.

​”Saya pribadi sangat senang melihat warga binaan aktif dalam program pertanian, perikanan, hingga jasa cuci motor. Ini adalah bekal luar biasa yang tidak boleh disia-siakan. Keterampilan inilah yang akan menjaga kalian agar tetap produktif dan tidak kembali ke jalan yang salah setelah bebas nanti,” ujar Mgr. Dominikus.

​Tak hanya bagi warga binaan, Uskup juga menitipkan pesan bagi jajaran petugas Lapas Atambua agar senantiasa bekerja dengan tuntas dan jujur sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan.

​Sementara itu, kepada para peserta magang, beliau berpesan agar menyerap ilmu lapangan secara maksimal guna membentuk karakter profesional yang siap kerja di masa depan.

​Kalapas Atambua, Hendra Setyawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Uskup Atambua di tengah kesibukannya. Ia menilai pesan-pesan spiritual tersebut sangat mendukung program pembangunan Zona Integritas (ZI) yang tengah digalakkan pihak Lapas.

​”Kehadiran Bapak Uskup sangat membantu kami dalam membentuk karakter pegawai yang amanah serta warga binaan yang terampil dan bermental tangguh,” ungkap Hendra.

​Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol pembaharuan diri. Momen ini menegaskan bahwa dinding jeruji bukanlah penghalang bagi seseorang untuk bertransformasi menjadi pribadi yang religius, berintegritas, dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *