Menanti Tangan Dingin Kapolda NTT: Lewat Jumat Curhat, Warga Tulakadi Titip Harapan Sumur Bor

BERITA, DAERAH, HUKRIM630 Views

BELU,Mediatihar.Com – Kepolisian Resor (Polres) Belu terus memperkuat sinergi dengan masyarakat guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Hal ini dibuktikan melalui program Jumat Curhat yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Belu, KOMPOL Lorensius, S.H., S.I.K., di Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Jumat (28/11/2025).

​Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh jajaran Polres Belu, Kapolsek Tasifeto Timur, Sekretaris Desa Tulakadi, para Kepala Dusun, RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

​Dalam sambutannya, Wakapolres Belu menjelaskan bahwa program Jumat Curhat merupakan agenda rutin Polri secara nasional untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Program ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, maupun kritik secara langsung kepada kepolisian.

​”Kami ingin mendengar langsung curhatan masyarakat. Silakan sampaikan apa saja, baik itu hal yang perlu kami perbaiki maupun masukan terkait Kamtibmas, demi peningkatan kinerja Polri yang lebih baik ke depannya,” ujar KOMPOL Lorensius.

​Sekretaris Desa Tulakadi, mewakili warganya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Polres Belu, khususnya Polsek Tasifeto Timur. Ia menilai kehadiran Bhabinkamtibmas dan personel kepolisian sangat dirasakan manfaatnya, terutama dalam penyelesaian masalah warga selama 24 jam serta pengamanan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

​”Apresiasi kami untuk Pak Wakapolres dan Kapolsek Tastim yang selalu merespon cepat setiap persoalan. Kehadiran Polri dalam pengamanan ibadah maupun pesta membuat kami merasa aman,” ungkap Sekdes Tulakadi.

​Meski situasi keamanan dinilai sangat baik, warga Desa Tulakadi memanfaatkan momen ini untuk mencurahkan persoalan krusial yang mereka hadapi setiap tahun, yakni krisis air bersih.

​Ibu Arni, salah satu warga, mengungkapkan bahwa fasilitas air perpipaan dari pemerintah daerah belum mampu mencukupi kebutuhan harian. Akibatnya, warga terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli air tangki.
“Satu tangki harganya Rp100 ribu untuk 5.000 liter. Itu hanya cukup untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan masak,” keluh Arni.

​Senada dengan Arni, Joni Mamulak dan Sekretaris Desa juga berharap agar Polri dapat memberikan solusi nyata seperti yang telah dilakukan oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. di wilayah lain.

​”Kami melihat di media sosial banyak program bantuan sumur bor dari Bapak Kapolda. Besar harapan kami, melalui Polres Belu, aspirasi ini bisa diteruskan agar desa kami juga dibantu sumur bor untuk mengatasi kesulitan air bersih yang sudah bertahun-tahun kami rasakan,” pungkas Sekdes.

​Menanggapi hal tersebut, pihak Polres Belu menampung aspirasi warga dan berkomitmen untuk mengoordinasikan kendala sosial ini kepada pimpinan tingkat atas dan pihak terkait guna mencari jalan keluar terbaik bagi masyarakat Tulakadi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *