Kepala Desa Sisi Fatuberal Belu Bantah Keras Isu Perselingkuhan: “Itu Hanya Asumsi Liar”

BERITA, DAERAH629 Views

BELU, NTT,Mediatihar.com– Kepala Desa Sisi Fatuberal, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Julianus Koli Liku, angkat bicara menanggapi isu perselingkuhan yang viral di media sosial selama sepekan terakhir. Julianus membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai asumsi liar yang telah mencemarkan nama baiknya.

​Julianus menegaskan bahwa informasi yang tersebar di media sosial tidak sesuai dengan fakta dan kronologi kejadian yang sebenarnya.

​”Berita yang beredar di media sosial itu sangat tidak akurat. Itu hanya asumsi liar dan tidak sesuai dengan kronologi kejadian yang sebenarnya,” ujar Julianus, seperti dikutip dari elemendemokrasi, Sabtu (13/12/2025).

​Menurut Julianus, insiden yang terjadi pada Selasa, 9 November 2025, sekitar pukul 21.00 WITA, bermula saat ia sedang memperbaiki pipa air yang bocor di wilayah desanya. Setelah pekerjaannya selesai, ia singgah ke rumah salah seorang warga yang juga memiliki kios.

​”Saya hanya memperbaiki pipa air dan membeli kopi di kios itu,” jelasnya.

​Tak lama setelah singgah, Julianus mengaku tiba-tiba didatangi oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam. Kelompok tersebut tanpa tedeng aling-aling menuduhnya berselingkuh dengan pemilik kios tersebut.

​”Tiba-tiba saya dikerumuni oleh banyak orang yang membawa senjata tajam dan menuduh saya berselingkuh. Saya sangat terkejut dan merasa terjebak dalam situasi yang tidak adil,” ungkap Julianus.

​Karena situasi yang mencekam, Julianus sempat mencari perlindungan dengan masuk ke dalam rumah tersebut. Namun, kejadian itu terekam dalam video amatir warga dan disebarluaskan di media sosial dengan narasi perselingkuhan yang dibantahnya.

​”Saya sempat mencari perlindungan di dalam rumah, tetapi video tersebut tetap tersebar luas, dan orang-orang mulai menuduh saya dengan kasus perselingkuhan yang tidak pernah terjadi,” ucapnya.

​Julianus menyampaikan bahwa persoalan ini akan diselesaikan melalui jalur adat terlebih dahulu.

​”Saya dan pihak terkait akan menyelesaikan masalah ini secara adat. Besok akan ada pertemuan di Polsek Weluli untuk melakukan damai adat,” kata Julianus.

​Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setelah proses penyelesaian secara adat rampung, ia tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap merusak reputasinya.

​”Saya akan mengambil langkah hukum terhadap media dan oknum-oknum yang telah menyebarkan berita palsu dan merusak reputasi saya. Setelah proses damai adat selesai, saya akan segera menempuh jalur hukum,” tegasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *