Yane Bone: “Pembangunan Belu Harus Berasal dari Akar Rumput, Bukan Hanya Duduk di Belakang Meja!

Ket: Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Maria Hilaria Yanuaria Bone, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di Raimaten,(foto:MT)

BELU,MEDIATIHAR.COM- Memanfaatkan masa jeda persidangan (reses) Masa Sidang II Tahun 2026, Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Maria Hilaria Yanuaria Bone, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di Raimaten, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Senin (10/8/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di wilayah RW 09 (meliputi RT 28, 29, 30, dan 31) Dapil Belu 1 tersebut dihadiri puluhan warga yang antusias menyampaikan berbagai keluhan serta usulan pembangunan daerah.

​Politisi senior PAN yang akrab disapa Yane Bone ini menegaskan bahwa agenda reses bukan sekadar formalitas rutin tahunan, melainkan instrumen dialog krusial untuk mendengarkan langsung persoalan riil di tingkat akar rumput.

​”Semua aspirasi yang disampaikan hari ini saya catat dan bawa sebagai bahan pembahasan bersama pemerintah daerah, sekaligus bagian dari fungsi pengawasan kami di DPRD,” tegas Yane di hadapan warga.

​Dalam forum dialog tersebut, tokoh masyarakat setempat, Ketua RW 09 Wilhelmus Sila bersama Jhoni Bria, menyuarakan sejumlah aspirasi mendesak yang dihadapi sekitar 459 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.

​Beberapa poin utama yang menjadi kebutuhan mendesak warga antara lain:

Infrastruktur Jalan: Pembangunan jalan lingkungan untuk memperlancar akses mobilitas warga di empat RT setempat.

Penerangan Jalan Umum (PJU): Perbaikan PJU tenaga surya (solar cell) di sekitar RW 09 yang saat ini mengalami rusak total.

Stabilisasi Arus Listrik: Desakan kepada pihak PT PLN (Persero) untuk memancangkan satu unit gardu listrik baru guna mengatasi ketidakstabilan tegangan arus di pemukiman warga.

Pemberdayaan Ekonomi: Permintaan bantuan ternak, pelatihan keterampilan bagi generasi muda, serta dukungan modal dan sarana usaha bagi kelompok penenun lokal.

​Menanggapi rentetan usulan tersebut, Yane Bone menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh masukan warga, baik dalam rapat fraksi, komisi, maupun pembahasan anggaran (APBD) bersama Pemerintah Kabupaten Belu.

​Keterikatan Yane terhadap persoalan ekonomi dan pembangunan daerah selaras dengan tugas pokok dan fungsinya di Lembaga Legislatif. Saat ini, politisi perempuan berdarah Belu tersebut bertugas di Komisi II DPRD Kabupaten Belu yang membidangi urusan Ekonomi dan Pembangunan meliputi sektor strategis seperti pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, perindustrian, hingga infrastruktur perekonomian.

​Pengalaman panjang Yane Bone di panggung politik Belu menjadi modal sosial yang kuat. Rekam jejak kepemimpinannya teruji selama empat periode mengabdi di DPRD Belu, yakni periode 2004–2009 dan 2009–2014 (Partai Pelopor), serta periode 2014–2019 dan 2024–2029 (Partai Amanat Nasional).

​”Pembangunan yang baik harus lahir dari suara masyarakat yang merasakan langsung kondisi di lapangan. Dengan pengalaman dan amanah yang dipercayakan masyarakat selama empat periode ini, apa yang menjadi aspirasi warga Raimaten akan tetap kita perjuangkan secara maksimal,” ujarnya optimis.

​Tak hanya menampung usulan fisik dan ekonomi, Yane juga menyoroti pentingnya akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Ia meminta partisipasi aktif masyarakat untuk turut mengawasi agar program bansos tepat sasaran.

​”Jika ada warga yang layak menerima tetapi belum terdata, atau menemukan bantuan salah sasaran, segera laporkan. Kolaborasi warga dan pemerintah sangat penting agar program sosial tepat guna,” imbaunya.

​Melalui reses ini, ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin solid, sehingga kebijakan serta program pembangunan yang dihasilkan Pemkab Belu dapat lebih responsif dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *