Peluang KDMP dan MBG Terganjal Alsintan, Wakil Ketua I DPRD Belu Siap Perjuangkan Aspirasi Pemuda Bibin

Ket: Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek, saat menggelar Reses Masa Sidang III di Dusun Bibin, Minggu (9/8/2026).

ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM – Keterbatasan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) masih menjadi kendala utama bagi para petani di Dusun Bibin, Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Akibat minimnya fasilitas penunjang, potensi sektor pertanian di wilayah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

​Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh warga kepada Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek, saat menggelar Reses Masa Sidang III di Dusun Bibin, Minggu (9/8/2026). Reses ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) 4, yang mencakup Kecamatan Raimanuk, Tasifeto Barat, dan Nanaet Duabesi.

​Dalam tatap muka tersebut, warga mengusulkan sejumlah kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas pertanian. Kebutuhan tersebut mencakup unit traktor roda empat, hand tractor (traktor tangan), mesin pompa air, alat penyemprot (sprayer), pipa paralon, hingga pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi.

​Ketua RT Dusun Bibin, Benyamin Bau, mengungkapkan bahwa mayoritas warga setempat menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Saat ini, terdapat tiga kelompok tani aktif di wilayahnya, yaitu Kelompok Tani Rajawali I, Rajawali II, dan Rajawali III.

​”Kami masyarakat sangat membutuhkan alat-alat pertanian ini, seperti traktor, alat semprot, pipa paralon, dan hand tractor,” ujar Benyamin.

​Menurut Benyamin, keterbatasan Alsintan membuat proses pengolahan lahan memakan waktu jauh lebih lama, sekaligus menghambat perluasan areal tanam baru.

​Senada dengan Benyamin, Tokoh Pemuda Dusun Bibin yang juga Ketua Kelompok KDMP, Antonius Seran, menegaskan bahwa Dusun Bibin memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu sentra pertanian daerah. Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan produktif dan debit air yang memadai.

​”Desa ini potensi pertaniannya sangat menjamin, mulai dari lahan hingga air. Namun, alat pendukungnya sangat minim. Ada beberapa sumur bor dengan debit air besar, tetapi kendalanya tidak didukung saluran irigasi ke lahan-lahan petani. Kami mohon perhatian Pemerintah Daerah,” tegas Antonius.

​Antonius menambahkan, tingginya semangat generasi muda untuk turun ke sektor pertanian juga didorong oleh masuknya program pemerintah, seperti program KDMP dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program tersebut dinilai membuka peluang pasar baru yang pasti serta mampu mendongkrak perekonomian petani lokal.

​”Dengan adanya Program KDMP dan MBG, di sini sudah ada lahan dan anak-anak muda banyak yang mulai membuka lahan. Namun kembali lagi, alat pendukungnya sangat minim,” pungkasnya.

​Menanggapi seluruh keluhan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek, menegaskan telah mencatat seluruh masukan dari warga. Politisi perempuan tersebut berkomitmen untuk membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Dusun Bibin dalam pembahasan anggaran serta program prioritas bersama Pemerintah Kabupaten Belu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *