Wabup Belu: Kita Dibayar Negara untuk Urus Rakyat, Bukan Tunggu Darurat

Uncategorized188 Views

Vicente Hornai Gonsalves, ST, memberikan teguran keras kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu

​ATAMBUA,Mediatihar.Com – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, memberikan teguran keras sekaligus arahan strategis kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu. Ia menegaskan bahwa fungsi utama tenaga kesehatan adalah memberikan pelayanan proaktif kepada masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.

​Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Kamis (05/03/2026), Wabup Vicente menyoroti pentingnya akurasi data ibu hamil sebagai kunci keselamatan pelayanan.

​Wabup Vicente menegaskan bahwa setiap Kepala Puskesmas wajib memegang data lengkap ibu hamil di wilayah kerjanya, mulai dari kondisi kesehatan bulanan hingga perkiraan waktu persalinan. Hal ini bertujuan agar intervensi medis dapat dilakukan lebih awal.

​”Data ini sangat krusial agar tenaga kesehatan bisa melakukan persiapan dan pelayanan maksimal tanpa harus menunggu kondisi darurat. Ini menyangkut keselamatan hidup dan mati masyarakat,” ujar Vicente.

​Ia mengingatkan para pemimpin fasilitas kesehatan untuk tidak melempar tanggung jawab kepada staf jika terjadi kendala di lapangan.

​”Menjadi pemimpin berarti bertanggung jawab atas semua tindakan dan administrasi. Kita tidak bisa menyalahkan staf. Ini tanggung jawab moral kita, karena negara membayar kita untuk mengurus masyarakat,” tegasnya.

​Selain pelayanan ibu hamil, fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pemangkasan angka stunting di Kabupaten Belu. Wabup instruksikan seluruh Puskesmas untuk mengawal ketat implementasi program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dapur 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sesuai arahan Presiden.

​Vicente berharap sinergi antara pengelolaan data yang akurat dan pelaksanaan program gizi yang tepat dapat memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat secara signifikan.

​”Setiap kejadian yang memengaruhi kesehatan ibu dan anak harus segera dilaporkan. SOP pelayanan kesehatan harus dijalankan dengan konsisten. Dengan kerja keras kita semua, angka stunting harus turun,” pungkasnya.