Wabup Belu Evaluasi Kinerja PPL Pertanian: Wajib Hasilkan Minimal 6 Ton Jagung per Hektar

ATAMBUA,Mediatihar.com– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., menggelar dialog dan evaluasi kinerja bersama seluruh Koordinator dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Belu.

Pertemuan yang dilaksanakan di Gedung Wanita Betelalenok Atambua pada Kamis, 4 Desember 2025, bertujuan untuk memastikan kesiapan pendampingan petani menjelang musim tanam pertama tahun 2025.

​Wabup Vicente menekankan pentingnya peran aktif PPL untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran PPL, namun sekaligus menanggapi laporan masyarakat terkait kurang aktifnya pendampingan di lapangan.

​Wakil Bupati Belu secara tegas menuntut hasil nyata dari kinerja PPL di desa-desa.
​“Harapan kita, PPL itu benar-benar mendampingi masyarakat supaya produksi jagung meningkat dari tahun ke tahun. Minimal satu hektar harus bisa mencapai 6–7 ton. Itu baru PPL yang bekerja dengan baik,” tegas Wabup Vicente.

​Ia juga menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara laporan yang disampaikan PPL kepada dinas dengan kondisi riil hasil panen di lapangan.
​“Kalau laporan semua bagus tetapi masyarakat di lapangan hasilnya turun, berarti laporan itu tidak benar. Ini yang perlu kita evaluasi bersama,” tambahnya.

​Sebagai bentuk komitmen dan bukti kemampuan, Wabup Belu menginstruksikan agar setiap PPL wajib memiliki lahan percontohan minimal satu hektar. Lahan ini harus digunakan untuk menerapkan teknik budidaya yang benar, sehingga dapat menjadi contoh konkret bagi masyarakat petani.

​Untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan PPL hadir di lokasi tugas, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kominfo sedang menyiapkan sistem absensi online berbasis titik koordinat (GPS).

​“Jika PPL tidak berada di titik koordinat tugasnya, maka ia tidak bisa absen. Dengan begitu, kita tahu siapa yang benar-benar mendampingi masyarakat,” jelas Wabup Belu.

​Wabup juga menginstruksikan agar pada pertemuan evaluasi berikutnya, seluruh PPL wajib membawa data eksisting dan data potensi pertanian yang akurat di desa masing-masing.
​“PPL hadir di masyarakat untuk membawa perubahan. Karena itu, data harus akurat dan setiap PPL wajib punya lahan sendiri sebagai contoh bagi petani,” tutupnya.

​Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Bupati Belu Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, serta jajaran terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *