Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Atambua Maksimalkan Lahan Tanam Jagung Hibrida

ATAMBUA,Mediatihar.Com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman jagung hibrida di area Sarana Asimilasi Edukasi (SAE).

Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 2 Desember 2025, memanfaatkan datangnya musim hujan untuk memaksimalkan potensi lahan dan membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan kemandirian.

​Aksi tanam ini melibatkan sebanyak 20 orang Warga Binaan dan dilakukan di lahan seluas satu hektar. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), Andra Sukabir, bersama staf dan peserta program magang.

​Pembinaan Kemandirian dan Produktivitas Lahan
​Andra Sukabir menjelaskan bahwa pemilihan jenis jagung hibrida didasarkan pada keunggulannya, yaitu produktivitas tinggi, ketahanan terhadap hama, dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi cuaca.

​“Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pemanfaatan lahan sehingga terus produktif secara maksimal, terutama saat musim penghujan sekarang ini,” terang Andra Sukabir.

​Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan implementasi nyata dari program pembinaan kemandirian. “Kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan memiliki keterampilan praktis yang produktif dan siap kembali ke masyarakat,” tambahnya.

​Kegiatan ini selaras dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang bertujuan menjadikan Lapas sebagai pusat edukasi dan rehabilitasi yang produktif.

​Antusiasme Warga Binaan
​Antusiasme terlihat dari para peserta kegiatan. Salah satu peserta magang, Rafli, menyampaikan kegembiraannya. “Kami sangat senang dapat ikut serta dalam kegiatan ini karena memberikan pengalaman baru dan ilmu yang bermanfaat mengenai tata cara dalam pertanian,” ungkapnya.

​Hal senada diutarakan oleh salah satu WBP, Mario, yang memiliki harapan besar terhadap kegiatan ini. “Dengan kegiatan seperti ini, saya belajar keterampilan baru yang berguna setelah bebas nanti,” tuturnya.

​Keberlanjutan program pertanian jagung hibrida ini membuktikan bahwa Lapas Atambua tidak hanya berfungsi sebagai tempat hukuman, tetapi juga sebagai pusat pembinaan.

Diharapkan, keterampilan bertani yang didapat WBP ini dapat menjadi jaminan bagi kemandirian mereka pasca-bebas, sekaligus mendukung peran aktif Lapas dalam mewujudkan ekonomi hijau daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *