Gregorius ulu anggota DPRD kabupaten Belu dari partai Demokrat melaksanakan Reses di Desa mandeu, kecamatan Raimanuk
BELU,Mediatihar.Com– Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Gregorius Ulu, melaksanakan agenda reses di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, pada 15 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menemui konstituen secara langsung guna menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat di tingkat bawah.
Reses tersebut dihadiri oleh warga di Desa Mandeu, yakni Dusun Uma Bedua A, Dusun Uma Bedua B, dan Dusun Wekrame. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, kaum perempuan, serta kelompok pemuda setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan krusial terkait pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi. Beberapa poin utama yang menjadi aspirasi warga antara lain:
Infrastruktur: Pembangunan sumur bor, pengaspalan jalan (Lapen) di Dusun Uma Bedua A, perpipaan air bersih di Dusun Uma Bedua, serta perluasan jaringan listrik (JTR) di Dusun Uma Bedua A dan B.
Pertanian & Ekonomi: Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk kelompok tani, pembangunan embung, serta pelatihan tenun ikat bagi kaum ibu.
Kepemudaan: Penguatan kelompok Karang Taruna bagi pemuda-pemudi desa.
Salah satu perwakilan warga secara khusus menyoroti kekurangan bantuan traktor lahan kering. Menurutnya, distribusi bantuan saat ini belum sebanding dengan luas lahan kering yang ada di Dusun Wekrame dan Uma Bedua A.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, pria yang akrab disapa Goris Ulu ini menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan menjadi catatan penting yang akan dibawa ke meja sidang DPRD Kabupaten Belu.
“Kami hadir untuk memastikan suara masyarakat Kecamatan Raimanuk, khususnya di Desa Mandeu, bisa terdengar. Semua masukan ini tentu menjadi catatan penting bagi saya untuk diperjuangkan dalam sidang DPR,” ujar Goris.
Meski demikian, Goris memberikan pemahaman yang jujur kepada masyarakat mengenai kondisi keuangan daerah. Ia menjelaskan bahwa adanya kebijakan efisiensi anggaran kemungkinan akan berdampak pada skala prioritas pembangunan infrastruktur.
”Mengingat adanya efisiensi anggaran, kemungkinan tidak semua usulan infrastruktur bisa diakomodir sekaligus oleh pemerintah. Namun, kami akan tetap berjuang agar setidaknya satu atau dua usulan prioritas bisa segera terealisasi,” jelasnya.
Kegiatan reses tersebut berjalan dalam suasana sederhana namun penuh kekeluargaan. Warga berharap kehadiran wakil rakyat tersebut dapat membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan dan pembangunan di Desa Mandeu.
