Reses di Tulamalae, Mudi Loe Komit Kawal Aspirasi Infrastruktur dan Lapangan Kerja

Antonius Mudianto Loe Mau,SH anggota DPRD partai Demokrat melaksanakan Reses di kelurahan tulamalae.

Belu,Mediatihar.Com- Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Partai Demokrat, Antonius Mudianto Loe Mau, SH, berkomitmen mengawal aspirasi warga Kelurahan Tulamalae terkait persoalan infrastruktur dan program sosial yang belum terealisasi.

​Komitmen tersebut ditegaskan sosok yang akrab disapa Mudi ini saat menggelar reses hari ketiga di Kecamatan Atambua Barat, Minggu (15/3/2026). Sebelumnya, Mudi juga telah melakukan penjaringan aspirasi di Kelurahan Berdao dan Desa Kabuna.

​Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti kondisi drainase di belakang Matahari Plaza, serta area sekitar SD 2 dan SMP Don Bosko yang dinilai mendesak untuk segera dibenahi. Selain fisik, warga mengeluhkan fasilitas lampu jalan yang hanya bertahan tiga bulan sebelum akhirnya rusak kembali.

​”Apa yang menjadi harapan dan keluhan warga akan saya perjuangkan. Saya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna merealisasikan solusi atas persoalan ini,” tegas Mudi di hadapan konstituennya.

​Terkait drainase, Mudi menjelaskan akan mengambil langkah teknis dengan melibatkan komisi terkait di DPRD. “Saya akan berkoordinasi dengan komisi untuk meninjau lokasi. Kami juga akan membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah untuk mengkaji secara teknis pembangunannya,” tambahnya.

​Selain infrastruktur, isu sosial juga mencuat. Salah satu warga, Frita Nana, mempertanyakan program SIM gratis yang sudah diurus melalui kelurahan namun hingga kini belum terealisasi. Warga juga meminta adanya sosialisasi yang lebih masif terkait pelatihan pemuda untuk menekan angka pengangguran.

​Menanggapi hal itu, Mudi memastikan bahwa seluruh poin aspirasi, termasuk isu penyuluhan bagi guru bantu, akan menjadi catatan penting dalam laporannya.

​Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan agar kebijakan pembangunan daerah ke depan lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan langsung masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah Atambua Barat.