Tuntaskan Kegaduhan, Buang Sine Resmi Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka kepada BPBD Belu

BERITA, DAERAH, HUKRIM1212 Views

ATAMBUA, Mediatihar.Com – Pegiat media sosial, Buang Sine, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu.

Permohonan maaf ini disampaikan menyusul kekhilafan dirinya yang mencantumkan nama instansi tersebut dalam unggahan media sosial terkait kasus kematian mantan Kepala BPBD Belu, mendiang Frans Asten.

​Pernyataan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Buang Sine di hadapan penyidik Satreskrim Polres Belu dan pihak pelapor, Heribertus Lau, pada Kamis (15/1/2026). Selain meminta maaf kepada keluarga besar Heribertus, Buang mengakui bahwa penyebutan institusi dalam narasinya merupakan sebuah kekeliruan.

​Dalam mediasinya, Buang Sine menyatakan penyesalan mendalam karena telah menyeret nama lembaga pemerintahan ke dalam opini publik yang belum terbukti kebenarannya.

​”Selain kepada keluarga (Heribertus Lau), saya juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada instansi BPBD Kabupaten Belu. Saya berkomitmen melakukan klarifikasi publik guna membersihkan nama baik instansi,” ujar Buang Sine.

​Langkah ini diambil Buang sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk meredam spekulasi liar di tengah masyarakat yang sempat menyudutkan kredibilitas kantor BPBD.

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Ansila Eka Muti, memberikan apresiasi atas itikad baik pelaku dalam proses mediasi yang difasilitasi Polres Belu. Ia tidak menampik bahwa tudingan yang beredar sempat mencoreng citra instansi.

​”Dengan adanya perdamaian ini, saya selaku pimpinan merasa lega. Kami ingin masyarakat tidak lagi menilai kantor BPBD dengan stigma negatif,” tegas drg. Ansila.

​Ia juga menekankan pentingnya klarifikasi terbuka yang dijanjikan oleh Buang Sine. Menurutnya, pembersihan nama baik secara publik sangat krusial agar jajaran BPBD dapat kembali menjalankan tugas pelayanan masyarakat tanpa beban opini negatif.

​Kasus ini mencuat setelah Buang Sine mengunggah narasi yang mengklaim keterlibatan pihak tertentu dalam peristiwa kematian Frans Asten pada November 2025. Klaim tersebut dinilai pihak pelapor hanya berdasarkan asumsi atau perkiraan, namun dampaknya telah menimbulkan sanksi sosial bagi Heribertus Lau maupun stigma buruk terhadap lingkungan kantor BPBD Belu.

​Meski laporan polisi sempat berjalan, pihak pelapor sepakat menempuh jalan damai dengan syarat pemulihan nama baik dilakukan secara menyeluruh melalui media sosial dan media massa.