RSUD Gabriel Manek Atambua Gelar Pelatihan Penatalaksanaan Keperawatan Perioperatif bagi perawat kamar bedah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur.
ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua menggelar Pelatihan Penatalaksanaan Keperawatan Perioperatif bagi perawat kamar bedah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan membekali tenaga medis dengan keterampilan spesifik terkait keselamatan pasien dan manajemen instrumen selama fase pra, intra, hingga pascaoperasi.

Pelatihan intensif ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari perawat dan bidan kamar operasi di wilayah NTT. Program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini dilaksanakan dalam dua metode, yakni sesi daring (online) pada 20–21 Juni, serta sesi luring (offline) pada 26–27 Juni yang mengintegrasikan teori, lokakarya, praktik laboratorium, hingga pengalaman langsung di kamar bedah.
Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, dr. Vincentius Adrianus Leo, saat membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa program ini dirancang khusus untuk memenuhi standar kompetensi perawat kamar bedah yang profesional. Mereka disiapkan untuk menghadapi perkembangan pelayanan bedah modern, baik sebagai scrub nurse (perawat instrumen) maupun perawat sirkulasi.
”Tingginya tuntutan mutu dan keselamatan pelayanan, kompleksitas layanan rumah sakit, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat menjadikan peningkatan kapasitas SDM dalam penjaminan mutu dan manajemen risiko sebagai kebutuhan yang sangat penting,” ujar dr. Andri Leo dalam sambutannya.
Ia juga berpesan bahwa hidup bukan hanya sebuah misteri, melainkan juga proses belajar yang tiada henti. Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh peserta memanfaatkan momentum tahunan ini dengan sebaik-baiknya demi mengembangkan kompetensi di bidang keperawatan perioperatif kamar bedah.
”Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme perawat kamar bedah. Manfaatkan setiap proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh agar nantinya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” lanjutnya.

Kompetensi keperawatan perioperatif itu sendiri mencakup tiga domain utama, yaitu pengetahuan, psikomotorik, dan afektif. Materi pengetahuan diberikan dengan mengacu pada standar Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan (Ditmutu) Kemenkes RI. Sementara itu, ranah psikomotorik dan afektif diasah langsung di lingkungan kamar bedah melalui kerja sama tim, kedisiplinan, hubungan interpersonal, serta penyelesaian laporan klinis.
Ketua Panitia Pelaksana, Ns. Laurentuna Nona Eda, M.Kep., yang juga menjabat sebagai Direktur CV Perawat Indonesia Sejati, menjelaskan bahwa melalui pelatihan ini, para peserta ditargetkan mampu memberikan pelayanan perioperatif bermutu tinggi sesuai standar akreditasi rumah sakit. Penyelenggaraan kegiatan ini turut menghadirkan Syarifah Eddy sebagai salah satu narasumber ahli.
Setelah menyelesaikan pelatihan ini, para lulusan diharapkan menguasai konsep keperawatan perioperatif secara komprehensif, mampu menerapkan etika profesi secara disiplin, serta mendemonstrasikan keterampilan klinis sesuai standar profesi di lingkungan kamar operasi.
Melalui investasi berkelanjutan pada aspek SDM ini, RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua berkomitmen untuk terus mencetak tenaga keperawatan perioperatif yang unggul, kompeten, dan siap menjawab tantangan kebutuhan layanan kesehatan modern yang berorientasi pada keselamatan pasien di seluruh wilayah NTT.(Haman)








