Lembata,Mediatihar.Com- Aksi nyata ditunjukkan oleh Yayasan Ile Lewotolok Nusantara bersama Civitas Akademika SMK Ile Lewotolok. Di tengah keterbatasan akses pembangunan di wilayah terdampak bencana, mereka menerjunkan tim untuk melakukan bakti sosial perbaikan jalan crossway di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (18/12).
Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 50 orang yang terdiri dari pengurus yayasan, tenaga pendidik, hingga siswa-siswi jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (Teknik Bangunan). Mereka bergotong-royong bersama Pemerintah Desa, BPD, pemuda, dan masyarakat setempat.
Perbaikan jalan di jalur Pantai Utara Ile Ape ini menjadi angin segar bagi warga. Pasalnya, pasca-bencana Seroja tahun 2021 silam, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah di wilayah ini terkendala status “Zona Merah”.
Kepala Desa Terpilih Tanjung Batu, Gabriel Geroda, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Menurutnya, perbaikan jalan sangat krusial untuk memperlancar mobilisasi warga dalam beraktivitas sehari-hari.
”Kami bersyukur atas partisipasi pihak yayasan dan sekolah. Selama ini kita harap pemerintah, tapi katanya ini zona merah jadi tidak bisa melakukan pembangunan. Mewakili masyarakat, saya sangat berterima kasih,” ujar Gabriel.
Senada dengan Kades, Ketua BPD Tanjung Batu, Oskar Ola, menyebut aksi ini sebagai langkah konkret yang sangat positif dalam membantu warga memulihkan akses transportasi yang rusak bertahun-tahun.
Ketua Yayasan Ile Lewotolok Nusantara sekaligus Kepala SMK Ile Lewotolok, Ferdinandus Koda, menjelaskan bahwa aksi ini murni inisiasi pihak sekolah yang berkolaborasi dengan Jurusan Teknik Bangunan. Pihak yayasan menyumbangkan material berupa semen, pasir, batu kerikil, hingga air.
Mantan Ketua DPRD Lembata ini mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah seringkali memicu kecelakaan lalu lintas (laka lantas), sehingga pihaknya merasa terpanggil untuk bertindak cepat.
”Jalur ini sudah memakan korban laka lantas, sehingga kami terpanggil untuk memperbaiki. Selain di Desa Tanjung Batu, kami juga melakukan bakti sosial rabat jalan di Desa Amakaka,” pungkas Ferdinandus.
Sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk peduli terhadap keselamatan dan kelancaran akses transportasi di wilayah pelosok Lembata. (***)








