Pengukuhan pengurus Uni Timor Aswa’in (Untas) masa bakti 2025-2030.
KUPANG,Mediatihar.Com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, menghadiri pengukuhan pengurus Uni Timor Aswa’in (Untas) masa bakti 2025-2030. Acara yang mempertemukan kembali para pejuang integrasi eks Timor Timur ini digelar di Hotel Harper, Kota Kupang, Kamis (22/1/2026).
Selain Menhan, hadir pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta sejumlah tokoh sentral eks pejuang Timor Timur. Kehadiran para petinggi pertahanan ini menegaskan dukungan negara terhadap eksistensi organisasi tersebut.
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengakui Untas sebagai wadah perjuangan warga eks Timor Timur. Ia berharap organisasi ini aktif berkontribusi dan tidak sekadar menjadi nama di atas kertas.
”Semua yang hadir di sini adalah pelaku sejarah. Saya ingin berterima kasih kepada Ketua Umum Untas, Bapak Fernando Osorio Soares. Hari ini, secara resmi kita mengukuhkan Untas dan diakui oleh pemerintah Indonesia,” ujar Sjafrie.
Sjafrie juga menyempatkan diri menyapa para rekan seperjuangannya dengan hangat. “Izinkan saya berbincang dengan teman-teman seperjuangan saya. Sudah lama kita tidak bertemu secara fisik, namun secara batin kita selalu dekat,” tambahnya.
Ketua Umum Untas, Fernando Jose Osorio Soares, S.T., menjelaskan bahwa Untas merupakan organisasi sosial-politik yang lahir dari kesadaran kebangsaan warga Indonesia asal Timor Timur. Ia menekankan bahwa pilihan menjadi bagian dari NKRI adalah keputusan yang final dan tidak dapat ditawar.
”Bagi kami, ini bukan soal mengungkit masa lalu, melainkan soal identitas dan konsistensi. Indonesia adalah rumah besar yang kami pilih dengan sadar, dan pilihan itu tidak pernah kami tawar,” tegas Fernando.
Ia juga memastikan bahwa Untas akan selalu berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam membangun bangsa.
”Kami menegaskan bahwa Untas tunduk dan patuh sepenuhnya terhadap kebijakan pemerintah Republik Indonesia. Kami bermimpi bersama dan kami adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia,” pungkasnya.***
