BPBD Belu merespon cepat dengan meninjau lokasi bencana tanah longsor yang mengancam kediaman sepasang lanjut usia di desa makir,Lamaknen.
BELU,MEDIATIHAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu bergerak cepat meninjau lokasi bencana tanah longsor yang mengancam kediaman sepasang lanjut usia (lansia) di RT 01/RW 01, Dusun Juldapil, Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sikap tanggap ini diambil usai BPBD menerima laporan mengenai kondisi darurat yang menimpa Yosep Mau Lau dan Maria Bui. Rumah mereka dikepung material longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Belu, drg. Ansilla Mutty, memimpin langsung Tim BPBD menuju lokasi kejadian untuk meninjau dampak kerusakan sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi para korban terdampak.
”Kami baru menerima informasi ini dari pihak lain karena sebelumnya kejadian tidak langsung dilaporkan ke BPBD. Begitu mendapat laporan, kami langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi riil dan menyalurkan bantuan darurat,” ujar drg. Ansilla.
Guna mencegah dampak yang lebih fatal, BPBD Belu bergerak cepat menyusun langkah mitigasi lanjutan. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, koordinasi dengan instansi teknis segera dilakukan.
Koordinasi dengan Dinas PUPR: BPBD segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu untuk melakukan penanganan teknis guna mengantisipasi adanya longsor susulan.
Laporan ke Tingkat Atas: BPBD Belu juga telah menyusun laporan resmi terkait bencana ini untuk segera diteruskan ke Pemerintah Provinsi NTT dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.
Dalam kesempatan tersebut, drg. Ansilla juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan aparat desa untuk meningkatkan kewaspadaan dan proaktif dalam pelaporan bencana.
”Kami meminta masyarakat agar segera melapor jika ada kejadian bencana sekecil apa pun. BPBD akan selalu siap bertindak cepat untuk memberikan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, kondisi kediaman Yosep Mau Lau dan Maria Bui sangat memprihatinkan. Material tanah dari tebing di samping rumah telah menimbun sebagian besar bangunan fisik hingga menyentuh atap. Pasangan lansia ini didera kecemasan luar biasa karena mereka juga harus melindungi empat orang cucu mereka yang masih kecil.
Sebelum bantuan pemerintah tiba, Yosep bahkan sempat merogoh kocek pribadi untuk menyewa warga sekitar guna membantu membersihkan material longsor secara manual karena keterbatasan fisik mereka.
Kehadiran Tim BPBD di lokasi bencana yang didampingi oleh aparat desa setempat serta warga sekitar mendapat apresiasi mendalam dari keluarga korban. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas respon cepat dan kepedulian yang diberikan.
Melalui kunjungan ini, korban mengaku merasa sangat terbantu, tidak hanya karena bantuan logistik darurat yang diterima, tetapi juga karena keluhan dan kecemasan mereka telah didengar langsung oleh pemerintah daerah.
