
KUPANG,MEDIATIHAR.COM– Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan melakukan kunjungan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bersilaturahmi dengan warga, Jokowi juga disebut akan melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menyambut kedatangan tersebut, jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI NTT bersama para anggota DPRD dari Fraksi PSI menyatakan kesiapannya untuk menyambut Jokowi di Kota Kupang.
Anggota DPRD Fraksi PSI NTT, Randi Durhaman, menegaskan agar publik tidak salah menilai tujuan kedatangan Jokowi ke NTT. Menurutnya, kehadiran Jokowi murni sebagai tokoh masyarakat yang ingin bertemu dengan warga, sehingga tidak perlu dipersepsikan secara berlebihan.
”Hari ini ada sejumlah pihak yang sibuk mengkritisi kehadiran Bapak Joko Widodo di NTT. Kalau ingin memahami NTT, jangan hanya duduk di ruang ber-AC dan berbicara dari jauh. Jalanlah lebih jauh, turunlah ke kampung-kampung, temui rakyat, dan dengarkan langsung apa yang mereka rasakan. Karena NTT bukan milik satu partai politik,” tegas Randi kamis (30/7/2026).
Randi menambahkan bahwa masyarakat NTT memiliki hak untuk menyambut siapa pun yang mereka hormati tanpa harus diintervensi oleh kepentingan politik tertentu. Ia menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal wajar, namun tidak boleh ada pihak yang mengklaim seolah-olah seluruh masyarakat NTT memiliki pandangan yang sama.
”Masyarakat NTT punya hak untuk memiliki kedekatan emosional dengan pemimpin yang pernah hadir dan bekerja untuk mereka. Kalau ada yang tidak suka, silakan, itu hak demokrasi. Tetapi jangan memaksakan seolah-olah seluruh masyarakat NTT berpikir sama,” ujarnya.
Sebagai kader PSI, Randi juga mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk melihat langsung kondisi di lapangan sebelum memberikan penilaian sepihak di media sosial.
”Berbeda pilihan dan pandangan boleh, tetapi jangan sampai membuat kita memusuhi siapa pun yang datang menyapa rakyat. Kalau ada yang ingin mengkritik, silakan kritik kebijakan atau gagasannya, bukan menghalangi hak masyarakat,” kata Randi.
Di akhir pernyataannya, Randi kembali menegaskan bahwa NTT merupakan daerah yang terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan berkunjung.
”NTT adalah tanah yang terbuka. Siapa pun boleh datang dan menyapa. Dan rakyat NTT berhak menentukan sendiri siapa yang ingin mereka sambut,” pungkasnya.***



