KUPANG,Mediatihar.Com – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat (19/12/2025), berakhir dengan pesan politik yang tajam. Bukan sekadar pelantikan pengurus, momentum ini menjadi deklarasi perang terhadap politik wacana dan kompromi kekuasaan.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi NTT, Randi Agnisio Durhaman, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa seluruh struktur yang baru dilantik memikul beban besar: mengubah PSI menjadi kekuatan pengawas yang disegani di NTT.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil VII, Randi menekankan bahwa kader PSI di daerah harus memahami fungsi pengawasan. Ia mengingatkan agar kader yang duduk di struktur DPD tidak “melempem” terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
“PSI tidak boleh kompromi terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Kalau partai tidak hadir sebagai pengawas, maka rakyat yang akan terus dirugikan,” tegas Randi secara lugas.
Menurutnya, pengurus baru harus berani bersuara keras dan konsisten membela kepentingan publik meskipun harus menghadapi tekanan politik.
Dalam forum tersebut, Randi juga membeberkan instruksi khusus dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, dan Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo. Ada tiga poin utama yang menjadi mandat bagi para pengurus DPD:
Tuntas hingga Akar: Struktur partai wajib rampung hingga tingkat terbawah (ranting).
Gotong Royong: Menjaga kekompakan dan kolaborasi antar-kader tanpa terkecuali.
Target 2029: PSI NTT mematok target besar untuk meraih fraksi murni di seluruh tingkatan wilayah NTT pada pemilu mendatang.
“Rakorwil ini memperjelas arah kami. Sesuai pesan Mas Ketum dan Dokter Chris, kami akan menuntaskan struktur sampai akar rumput demi merebut fraksi murni di seluruh NTT pada 2029 nanti,” tutup Randi optimis.
Dengan konsolidasi ini, PSI NTT mengirimkan sinyal kuat kepada publik dan rival politiknya bahwa mereka siap bertarung secara terbuka demi kepentingan rakyat, bukan demi kenyamanan para elit.***








