Petani Lalosuk Dukung Program MBG, Pasok Sayur Organik demi Gizi Anak Sekolah

Lukas Dominggus Berek, salah satu petani setempat yang terdaftar sebagai pemasok utama,di Dapur MBG Lalosuk,Desa manleten.

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lalosuk,Desa manleten, kecamatan Tasifeto Timur kini mulai berdampak nyata terhadap pemberdayaan petani lokal. Lukas Dominggus Berek, salah satu petani setempat yang terdaftar sebagai pemasok utama, menegaskan komitmennya dalam menyediakan bahan pangan berkualitas demi mendukung kesehatan generasi muda.

​Lukas menjelaskan bahwa kunci utama dari kualitas gizi anak-anak dimulai dari cara bercocok tanam yang sehat. Ia memilih untuk menggunakan bahan-bahan organik guna memastikan sayuran yang dikirim ke dapur MBG memiliki nilai gizi tinggi dan bebas dari zat berbahaya.

​”Kesehatan anak itu dimulai dari kebun. Kami memberikan bahan-bahan organik agar sayur itu betul-betul bergizi. Jika kita menggunakan pestisida atau pupuk kimia, itu sama saja memberikan racun pada tanaman. Membawa hasil seperti itu ke program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) seakan memberikan racun kepada anak-anak kita sendiri,” tegas Lukas saat ditemui di lahan pertaniannya.

​Di atas lahan seluas 70 are, Lukas secara rutin memasok komoditas sayur jenis sawi dan pakcoy. Selain sayuran, ia juga mengelola unit usaha ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk memenuhi kebutuhan protein dalam menu MBG.

​”Sejauh ini, pihak dapur meminta pasokan sayur sawi dan pakcoy masing-masing satu kali dalam seminggu. Untuk telur, pengiriman dilakukan dua kali seminggu. Meski stok telur saat ini masih terbatas, kami terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan ayam dari BUMDes agar ketergantungan pada stok luar daerah bisa berkurang,” jelasnya.

​Untuk menjaga ketersediaan stok agar tidak terputus, Lukas menerapkan pola tanam berkelanjutan dengan sistem penyemaian harian. Meski tantangan cuaca seperti hujan sering menghambat proses pengolahan tanah, ia optimistis siklus panen tetap bisa berjalan demi memenuhi permintaan dapur.

​Kehadiran program MBG membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi petani di wilayah Lolos. Sebelum program ini berjalan, Lukas mengaku kesulitan menghadapi fluktuasi harga di pasar tradisional.

​”Dulu kalau sayur melimpah di pasar, harga pasti merosot tajam. Sejak ada MBG, harga jual menjadi lebih stabil dan sangat membantu pendapatan kami. Hasilnya bisa digunakan untuk menyekolahkan anak hingga membeli alat bantu kerja di kebun,” tambahnya.

​Mengakhiri keterangannya, Lukas menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto agar program Makan Bergizi Gratis ini terus dilanjutkan dan dikembangkan. Menurutnya, program ini merupakan solusi ganda: meningkatkan status gizi anak sekolah sekaligus membuka akses pasar yang pasti bagi para petani di daerah pelosok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *